blank
Jajaran Pengurus IWbA dan Panitia Penyelenggara BK Porprov Woodball, berfoto bersama Sekum KONI Jateng, Achmad Ris Ediyanto. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Babak Kualifikasi Pekan Olahrga Provinsi (BK Porprov) Jawa Tengah 2026 Cabang Woodball, yang berlangsung di Lapangan Undip Tembalang, Kota Semarang, Sabtu-Selasa (6-9/9/2025), diikuti 213 atlet yang datang dari 16 kabupaten/kota.

BK Porprov mempertandingkan 14 nomor dan memperebutkan 120 tiket Porprov yang berlangsung di Semarang Raya. Di antara woodballer yang turut bersaing pada Pra-Porprov ini, terdapat juara dunia di Cina, dan peraih medali emas PON 2024, Ariska Untung dan Surya Aditya dari Kabupaten Jepara.

Sekum KONI Jateng, Achmad Ris Ediyanto dalam sambutan pembukaannya menyebut, babak kualifikasi cabor woodball ini, menjadi pintu masuk sebelum mengikuti Porprov XVII/2026.

BACA JUGA: Empat Pesilat Jateng Berpeluang Ikuti Kejuaraan Asia Junior

”Ajang ini juga menjadi tolok ukur pembinaan di daerah masing-masing. Dengan mengikuti event ini, atlet bisa mengevaluasi diri, sejauh mana hasil latihan dan persiapan yang telah dilakukan, untuk bisa bersaing dengan lawan-lawannya,” kata Ade, panggilan akrabnya.

Dia menambahkan, woodball saat ini menjadi salah satu cabor yang mendapat perhatian KONI Jateng, menyusul prestasi gemilangnya dengan memborong 3 medali emas dan 4 perunggu, bagi Kontingen Jateng di PON Aceh-Sumut 2024.

Pada beberapa event internasional, atlet-atlet Jateng juga sering menjadi andalan tim Indonesia. Ini menjadi bukti, Woodball adalah cabor prospektif, dan tetap fokus pada pembinaan usia dini.

BACA JUGA: Mantapkan Persiapan, Skuad Kontingen Porsema XIII Jepara Gelar Doa Bersama

”Ke depan, perlunya Pengprov Woodball menyelenggarakan event usia dini. Sehingga, regenerasi atlet bisa berjalan secara baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum IWbA Jateng, Ardhana Arifianto menyampaikan apresiasinya kepada ratusan peserta, yang penuh antusias dan semangat dalam mengikuti BK Porprov ini.

”Jumlah peserta di luar ekspektasi kami. Banyaknya atlet muda yang tampil, memberikan optimisme pada kami, kaderisasi atlet di daerah berjalan sesuai yang diharapkan,” imbuh dia.

BACA JUGA: Tim Voli Putri Girpurwo Meraih Gelar Juara Pertama

Sedangkan Ketua Panitia BK Porprov Wooball, Agus Mulyadi menjelaskan, dalam event ini mempertandingkan 14 nomor, yang terdiri dari Stroke Competition Tunggal Putra, Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, Ganda Campuran, serta Beregu Putra dan Putri. Selanjutnya, Fairway Competition Tunggal Putra, Putri, Beregu Putra dan Putri.

Pada BK Porprov ini, Kota Semarang tidak masuk dalam daftar, karena langsung mendapat Wildcard, dengan status sebagai tuan rumah Porprov Jateng 2026. Dua daerah yang absen, Banjarnegara dan Wonosobo. Adapun jumlah Pengkab/Pengkot IWbA se-Jateng secara keseluruhan ada 19.

”Karena Semarang tak ikut, kami melihat peta persaingan di BK Porprov sangat kompetitif, terutama Jepara, Kudus dan Boyolali,” kata Ketua IWbA Kota Semarang itu, yang berharap Woodball jadi cabang resmi di Popda Jateng.

BACA JUGA: Merawat Rumah Besar PWI, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi

Di bagian lain, Technical Delegate, Ahmad Johansyah menambahkan, pihaknya sangat siap menggelar BK Porprov, yang mengusung tagline ‘Aman, Nyaman, dan Berkualitas’. Selain venue yang bisa dipertanggungjawabkan kelayakannya, pihaknya juga menyiapkan ambulans untuk antisipasi jika ada gangguan kesehatan peserta.

”Dalam woodball itu dikenal sebagai permainan yang juaranya tidak kekal, karena ada faktor venue, skill, dan keberuntungan. Selain itu, cabang ini sudah berbicara banyak di laga internasional, dan sekarang akan di-SEA Games-kan. Itulah yang mendorong anak-anak muda mulai mencintai woodball,” kata pria yang akrab dipanggil Johan itu.

Riyan