JEPARA (SUARABARU.ID) – Di tengah–tengah kondisi semakin menurunnya minat anak muda Jepara terhadap seni ukir, ada nama Ahmat Oky Saputra. Siswa kelas XII IPS SMA Nurul Muslim Batealit, Jepara ini baru saja menyabet juara 1 Lomba Ukir Tingkat SLTA Kabupaten Jepara dalam event Semarak Budaya 2025.
Pada event yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan RI dan DPR RI pada tanggal 30 Agustus 2025 di Pantai Kartini Jepara ini, Oky yang lahir 22 Januari 2008 ini berhasil mengungguli sekitar 135 peserta lainnya dari berbagai sekolah SLTA di Kabupaten Jepara. “Bimbingan dan motivasi Kepala Sekolah SMA Nurul Muslim Batealit dan Guru sangat berarti,” ujar Oky
Capaian prestasi ini bagi Oky bukan untuk yang pertama kali. Sebab pada event Pelajar Mengukir saat peringatan Hardinas yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara bersama Yayasan Pelestari Ukir Jepara ia berhasil menyabet juara 2.

Namun capaian prestasi Oky tidak diraih tiba-tiba. Sebab sejak masih duduk di bangku kels 6 SDN 4 Ngasem ia telah mulai belajar mengukir. Disamping dari ayahnya yang juga pengrajin ukir, Oki juga berguru pada pamannya, Slamet Taufikul Amin.
Bahkan saat masih duduk di bangku klas 8 di MTs Miftahul Huda Ngasem Batealit Oky telah mulai “nyambi” bekerja pada ayahnya menjadi tukang ukir. “Saya biasanya mengerjakan satu set sofa selama satu minggu dengan upah borongan antara Rp. 150 ribu – Rp. 170 ribu. Lumayan bisa untuk jajan, beli bensin, buku, baju dan kuota,” ujar Oky sembari tertawa. Sedangkan biaya sekolah di bayar oleh orang tua, tambahnya.

Putra pertama dari 4 bersaudara pasangan Rusmadi dan Siti Rodliah yang tinggal di Desa Ngasem RT 19 RW 02, Batealit ini mengaku sejak kecil tertarik dengan ukiran karena bentuk seni ukir yang indah dan penuh makna. “Ukir juga terbukti menjadi kekuatan ekonomi Jepara,” tambahnya
Ketika ditanya cita-citanya Oky hanya mengatakan ingin menjadi orang sukses. Karena itu selepas SMA ia ingin dapat melanjutkan sekolah sesuai dengan minat dan bakatnya. “Semoga terbuka peluang dan kesempatan saya untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya
Sementara Kepala SMA Nurul Muslim Batealit Abdul Fatah Ridhwan, M.Pd mengaku bangga dengan capaian prestasi Ahmat Oky Saputra. “Semoga ia dapat terus mengembangkan bakat mengukirnya sampai dunia internasional dan terus bersedia menjaga warisan budaya leluhurnya yang telah semakin ditinggalkan oleh anak-anak muda,” ujarnya. Juga menjadi teladan anak-anak muda, tambahnya.
Harapan Abdul Fatah, pemerintah bersedia mewadahi bakat dan minat anak- anak untuk melestarikan seni ukir Jepara. “Karena itu lomba ukir semacam ini harus dilakukan secara rutin agar dapat menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak pada ukir, disamping sebagai cara untuk memunculkan kader-kader muda yang handal,” pungkasnya
Hadepa













