KABUPATEN SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Bawen.
Hafidz Muksin yang didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati mengatakan, kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses pembelajaran dan praktik industri pangan yang merupakan bagian dari langkah besar Kemendikdasmen dalam meningkatkan sumber daya manusia yang unggul sebagai pilar penting mewujudkan kedaulatan pangan.
Dikatakan, dalam menghadapi tantangan dunia kerja, sebagai lembaga pendidikan vokasi, SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing dalam pemenuhan kebutuhan tenaga terampil di dunia usaha dan dunia industri.
“Salah satu fondasi penting dalam peningkatan SDM adalah literasi agar mereka memiliki pengetahuan, daya kritis, daya analitis, dan daya kreatif, serta mampu memahami kebutuhan serta peluang dunia usaha dan industri pangan,” tegasnya, belum lama ini.
Hafidz menuturkan, SMKN 1 Bawen dipilih menjadi salah satu sasaran patok banding karena memiliki dukungan sumber daya manusia (SDM) yang andal dengan enam program keahlian yang dimiliki, yaitu Program Keahlian Agribisnis Hasil Pertanian, Agribisnis Prduksi Tanaman, Agribisnis Produksi Ternak, Mekanisasi Pertanian, Tata Boga, dan Pariwisata. Di samping itu, sarana dan prasarana serta fasilitas praktik industri pangan sangat memadai.
“Praktik baik SMKN 1 Bawen sebagai pusat keunggulan telah berhasil menciptakan SDM yang unggul di bidang pangan yang mencakup pertanian dan peternakan serta menjalin kemitraan sekolah dengan dunia industri sehingga lulusannya siap bekerja dan mampu menjawab tantangan di dunia usaha dan industry,” tambahnya.
Kepala SMKN 1 Bawen, Nana Mulyana mengatakan, untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam industri pangan, pihaknya menempuh cara menempatkan siswa untuk melakukan praktik kerja di lahan pertanian, peternakan, dan juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang maju. Hal itu akan berdampak langsung pada pengalaman siswa yang utuh dalam proses kegiatan praktik tersebut.
“Misi besar yang telah dibangun di SMKN 1 Bawen adalah lulusan bukan sibuk mencari pekerjaan, tetapi sibuk mencari karyawan. Dengan begitu, sumbangsih SDM unggul untuk ketahanan pangan lebih nyata,” kata Nana.
Dalam upaya mewujudkan SDM unggul industri pangan, SMKN 1 Bawen telah melakukan berbagai upaya. Ketersediaan bahan bacaan bidang pangan di perpustakaan sekolah untuk menunjang proses belajar dan praktik industri pangan menjadi faktor utama pendukung literasi pangan.
Berbagai hasil praktik industri pangan menjadi sumber inspirasi, seperti sayuran hidroponik, tanaman jagung, ayam petelur, ayam potong, sapi perah, dan penggemukan kambing telah memasuki masa untuk dipanen. Semua itu dikelola langsung oleh para siswa.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati menambahkan, pentingnya peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru dan murid di SMKN 1 Bawen untuk mendukung literasi pangan.
Menurutnya, para guru dan siswa SMKN 1 Bawen akan mengikuti sosialisasi, pendampingan, dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang difasilitasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Ning S













