blank
Saiful Mujab (kanan) didampingi Kabag TU Wahid Arbani, saat mengikuti acara pembukaan PPG secara daring, Rabu (3/9/2025). Foto: dok/kemenag

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 3 Kemenag 2025, di Gedung Pertemuan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, secara daring, Rabu (3/9/2025).

Hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag RI Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu dan Dirjen Bimas Buddha, serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Asep Saepudin Jahar.

Kegiatan secara hybrid yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Kemenag RI itu, diikuti peserta PPG dari Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh Indonesia. Dalam acara ini, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab hadir didampingi Kabag TU Wahid Arbani, serta para Kepala Bidang dan Pembimas.

BACA JUGA: Pasca Ricuh, 21 Remaja Bukan Warga Kota Tegal Diamankan Polres Tegal Kota

Dalam paparannya, Menag menyampaikan, sebanyak 206.411 guru sudah tersertifikasi pada akhir agustus lalu. Ini artinya, pada masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, sertifikasi sudah meningkat sebesar 700 persen.

”Kata kunci untuk mengembangkan suatu bangsa, melalui pendidikan. Salah satu sub kulturnya adalah guru. Sehingga kita ingin melihat kuantitas berbanding lurus dengan kualitas guru,” jelasnya.

Menag juga menitipkan empat kriteria yang harus diterapkan sebagai guru. Empat kriteria itu meliputi, Learning How to Learn, Learning How to Teach, Teach How to Learn, Teaching How to Teach.

BACA JUGA: Polres Kebumen Tangkap Sopir Bus Warga Pituruh Pengguna Sabu

”Empat komponen ini harus kita pisahkan secara rigid. Karena profesionalisme harus mampu mendorong sub sistem untuk saling mendukung satu dengan yang lain,” ulasnya.

Menurutnya, guru hebat adalah guru yang mampu membelajarkan murid dengan baik, yakni mampu membuat muridnya aktif (active learning).

Sebelumnya Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab menyatakan, jika titik balik guru adalah PPG. Karena PPG hadir sebagai jawaban dalam transformasi pendidikan. Hal ini sejalan dengan asta cita Presiden RI, dalam memperkuat SDM yang juga menjadi program prioritas Menteri Agama.

BACA JUGA: DPRD Kudus Siap Tindaklanjuti Instruksi Mendagri Soal Pemantauan Harga Bahan Pokok

”PPG ini menjadi bukti nyata keberhasilan Kementerian Agama dalam transformasi pendidikan. Inilah wajah baru pendidikan di Kemenag, dimana kita titipkan masa depan Indonesia Emas 2045, kepada para penerus bangsa,” tutur dia.

Seperti diketahui, PPG merupakan program pendidikan profesi, yang bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional dan kompeten, dengan memberikan Sertifikat Pendidik. Program ini dibagi menjadi dua jalur utama, PPG Prajabatan untuk calon guru, dan PPG Dalam Jabatan untuk guru yang sudah aktif mengajar.

Riyan