blank
OMB 2025 UKSW. Foto: UKSW

Selain itu, ada pula kegiatan unik yang memperkuat rasa kebersamaan. Night Festival hadir sebagai ruang kolaborasi di mana mahasiswa menampilkan karya bagi masyarakat Salatiga, sementara Crowd Choir mengajak ratusan mahasiswa baru bernyanyi bersama, simbol keberanian untuk bersuara dalam kebaikan. Tak ketinggalan, ada karya audiovisual “Suara Awal” yang memuat harapan dan mimpi mahasiswa baru, yang akan ditayangkan pada Welcoming Party mendatang.

“Kami ingin mahasiswa sadar sejak awal, kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah untuk berproses bersama. Dari awal masuk, mereka sudah punya gambaran akan menjadi pribadi seperti apa dan bagaimana berkontribusi bagi lingkungannya,” tambah Michael.

Pesan untuk Mahasiswa Baru

Michael berpesan agar mahasiswa baru menjadikan nilai-nilai Satya Wacana sebagai pegangan, tidak hanya semasa kuliah, tetapi juga setelah lulus.

“UKSW adalah rumah yang nyaman untuk berproses. Di sini kita belajar toleransi, keberanian, dan kasih. Nilai-nilai itu yang akan menuntun mereka menjadi pribadi yang siap berdampak bagi dunia,” tegasnya.

Melalui OMB 2025, UKSW meneguhkan identitasnya sebagai Kampus Indonesia Mini yang kaya kebersamaan, nilai, dan inovasi. Melalui pembukaan OMB 2025 ini, UKSW turut mengukuhkan dukungannya terhadap Asta Cita 1 yang mengembangkan kebhinnekaan dalam kebersamaan, Asta Cita 2 dan 3 menjadi pusat pembentukan pemimpin kreatif dan inovatif serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGS ke-10 mengurangi ketimpangan, dan SDGS ke-16 perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh.

UKSW juga masih membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga 30 September 2025 untuk berbagai program studi jenjang D3 hingga S3. Kesempatan ini terbuka bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia maupun mancanegara yang ingin menjadi bagian dari komunitas akademik yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Ning S