GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Perhutani KPH Purwodadi melalui BKPH Karangasem menggelar Patroli Simpatik di Dusun Krajan, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Rabu (20/8/2025).
Kegiatan Patroli Simpatik ini tidak hanya berfokus pada pengamanan hutan, tetapi juga mengusung kegiatan sosial berupa dukungan pembangunan Masjid Baitussalam.
Perhutani hadir dengan memberikan bantuan material berupa semen dan batu koral yang dipergunakan masyarakat untuk pengecoran masjid.
BACA JUGA : Warga Kandri Semangat dan Antusias Ikuti Sosialisasi Lingkungan Sehat Mahasiswa KKN Tematik Unisbank
Kepala BKPH Karangasem, Sudaryono, turun langsung memimpin kegiatan yang diikuti Danramil Wirosari beserta anggota, Kepala Desa Tambakselo, LMDH Hutan Lestari, dan warga setempat.
Ia menegaskan bahwa Perhutani KPH Purwodadi selalu berupaya menghadirkan kepedulian sosial agar masyarakat merasa dekat dan bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
Sudaryono menekankan, Patroli Simpatik menjadi jembatan komunikasi sosial antara petugas hutan, pemerintah desa, aparat TNI, LMDH, dan masyarakat desa hutan.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Perhutani bukan hanya menjaga hutan, tetapi juga hadir dalam pembangunan desa,” kata Sudaryono dalam keterangannya.
Menurutnya, dukungan pembangunan masjid merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang diharapkan mempererat ikatan kebersamaan.
Langkah Tepat
Danramil Wirosari, Lettu ARH Darwanto, yang hadir dalam kegiatan itu menilai langkah Perhutani tepat karena mampu menggabungkan keamanan hutan dengan pendekatan sosial.
Ia menegaskan, kebersamaan TNI dengan Perhutani dan masyarakat akan menciptakan stabilitas keamanan sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga desa tetap aman dan hutan tetap lestari,” ujar Darwanto.
Selain aparat, masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari Patroli Simpatik. Ketua LMDH Hutan Lestari, Yusroni, mengaku sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan.
Ia menilai kehadiran Perhutani tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui bantuan material pembangunan masjid.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi pengikat hubungan LMDH dengan Perhutani dalam menjaga hutan,” ujar Yusroni.
Patroli Simpatik ini menegaskan bahwa Perhutani KPH Purwodadi tidak hanya bergerak di bidang kehutanan, tetapi juga terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat desa.
Dengan kegiatan tersebut, masyarakat semakin merasa memiliki hutan, sehingga lebih peduli dan terlibat aktif dalam menjaga kelestariannya.
Perhutani berharap kemitraan yang terjalin dengan masyarakat desa hutan semakin kokoh sehingga pengelolaan hutan berjalan berkelanjutan.
BACA JUGA : Redupnya Seni Ukir Jepara Diangkat Melalui Pertunjukan Teater
Patroli Simpatik juga menjadi bukti bahwa sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen untuk terus menghadirkan pendekatan humanis dalam menjaga hutan dan mendukung pembangunan desa.
Dengan soliditas seluruh pihak, hutan negara di Grobogan dapat terjaga, sementara masyarakat desa hutan juga merasakan manfaat nyata dari kehadiran Perhutani.
TYA WIDYA













