
Rektor Intiyas menyampaikan tiga pesan kebangsaan. Pertama, bahwa kekayaan bangsa Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan golongan tertentu. Kedua, pentingnya menjaga ketahanan bangsa di tengah tantangan kemiskinan, ketidakmerataan ekonomi, dan perubahan peradaban akibat teknologi. Ketiga, komitmen untuk merawat Pancasila dan kedaulatan rakyat melalui toleransi, anti perundungan, serta penguatan kebhinnekaan di lingkungan UKSW.
“Rumah UKSW terbuka lebar untuk pembelajaran yang memanusiakan manusia. Kita rawat kebhinnekaan ini dengan tanggung jawab, sebab dari sinilah toleransi dan persatuan bangsa dipelihara,” tegasnya.
Harmoni yang Menyatukan
Antusiasme peserta terasa dari awal hingga akhir upacara. Kenzie Sebastian Timothy, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW asal Serang, mengaku terkesan dengan kemeriahan yang ditampilkan. “Tadi ada dance, saya ditarik ikut menari. Rasanya seru sekali, kita nari rame-rame. Perpaduan orkestra dengan pakaian adat menambah suasana toleransi yang tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ramanantsitoera Rojotiana Aron’ny Aina, mahasiswa asal Madagaskar, menyebut pengalaman menari bersama sebagai momen berharga. “Bagus sekali, sangat seru. Ada inovasi dan kreativitas yang luar biasa, antara musik dan tarian. Saya merasa bangga bisa ikut dalam perayaan ini,” tuturnya.
Wakil Dekan Fakultas Teologi, Pendeta Irene Ludji, MAR., Ph.D., menambahkan bahwa busana adat yang dikenakan civitas academica bukan sekadar simbol, melainkan cermin semangat kemerdekaan dan kekhasan UKSW. “Ini adalah manifestasi nyata Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kemerdekaan adalah milik bersama. UKSW meneguhkan dirinya sebagai rumah inklusif yang merayakan perbedaan,” jelasnya.
Mengalun sebagai Cahaya Toleransi
Seiring tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan tema Dies Natalis ke-69 UKSW “Tetaplah Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah”, kampus ini menegaskan komitmennya untuk terus berdiri sebagai mercusuar kebhinnekaan, cahaya toleransi, dan ladang pembentukan generasi kreatif, sebuah Creative Minority yang membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.
Upacara HUT ke-80 RI di UKSW tidak berhenti pada seremoni formal, melainkan menjadi sebuah perayaan kebangsaan yang selaras dengan Asta Cita UKSW poin 1 menjadi universitas yang mengembangkan kebhinnekaan dalam kebersamaan, Asta Cita poin 2 menjadi universitas yang mengakar pada konteks Indonesia, Asta Cita poin 3 menjadi universitas yang membangun toleransi dan perdamaian, dan Asta Cita 8 menjadi universitas yang melahirkan generasi kreatif.
Ning S













