blank
Promotor Boxing, Enrico Prasetya, mengangkat sabuk emas yang akan diperebutkan boxer asal Yogyakarta, Amelliya Chintya, melawan boxer asal Semarang, Febiola Aritonang, dalam No Limits Championship 2025 di mall The Park. foto : hery priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memeriahkan peringatan ke-80 HUT RI, No Limits Training Facility Semarang menggelar No Limits Championship 2025 yang mempertandingkan open fight tinju berbagai kelas, body building contest, hingga power lifting atau adu angkat beban.

Uniknya, No Limits Championship 2025 ini diadakan di dalam pusat perbelanjaan atau tepatnya di tengah – tengah hall atrium mall The Park Jalan Madukoro, Tawangmas.

Digelar mulai 15 Agustus hingga 17 Agustus 2025, No Limits Championship 2025 mempertandingkan 32 partai tinju open fight, 45 power lifter, dan body kontes yang terbuka untuk umum.

Enrico Prasetya selaku Promotor Boxing No Limits Championship 2025 mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan ini di dalam mall The Park dalam rangka untuk menarik minat warga masyarakat.

“Tahun sebelumnya kami menggelar di tempat gym dan antusiasnya luar biasa sehingga kami berpikir tahun mengapa tidak mencoba di mall. Ini juga sekaligus mendekatkan olahraga tinju ke masyarakat,” ujarnya saat sesi pers conference, Jumat malam 15 Agustus 2025.

Adapun untuk main event tinju dalam No Limits Championship 2025 akan digelar Minggu sore mulai pukul 16.00 WIB dengan mempertandingan sejumlah partai dan juga partai tambahan bagi anak – anak.

Adapun tiga partai utama yang menjadi sorotan adalah laga pertama antara Amellya Chintya dari sasana gym Gravity Camp Yogyakarta dan Febiola “Iron Mom” Aritonang dari sasana gym No Limits Semarang.

Kemudian di partai kedua mempertemukan Elang Putra (Rambo 4294) dan Rizki Saputra (Naga Ulung) dan partai ketiga partai puncak akan mempertemukan Krishna R (YTBK Camp) dan Al Faruuqul (Kong Fight Club) tanpa pelindung kepala, sesuai status mereka sebagai petinju profesional.

Ketua Panitia No Limits Championship 2025, Rofiq Aditya, mengatakan, dengan adanya event ini juga menjadi ajang pembibitan bagi atlet – atlet tinju yang potensial ke depannya.

“Kami ingin melihat juara-juara dari Semarang. Selain main event, ada beberapa partai lain. Peserta cukup antusias tahun ini. Target kami menjaring atlet yang serius menggeluti tinju,” katanya.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini