GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Warga Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan menunjukkan kreativitas mereka dengan menggambar mural berikon tengkorak dan tulang bersilang ala karakter One Piece.
Mural One Piece itu digambar di jalanan kampung perukiman warga di Dusun Widuri. Namun, tak berselang lama, mural itu harus dihapus.
Penghapusan mural tersebut dilakukan menyusul imbauan dari aparat pemerintah desa.
BACA JUGA : Harga Beras di Pasar Rajawali Blora Masih Tinggi, Pedagang dan Konsumen Sama-Sama Cemas
Mural yang menggambarkan simbol bajak laut dari serial anime populer One Piece itu dihapus karena dianggap berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Saat itu ada permintaan dari perangkat desa agar mural tersebut dihapus. Katanya karena gambar itu bisa menimbulkan kesalahpahaman dan memecah belah,” ungkap Tofik, salah satu warga setempat, Kamis (7/8/2025).
Mural itu sebenarnya baru dibuat beberapa hari sebelumnya, tepatnya usai kegiatan kerja bakti pada Minggu (3/8/2025). Warga menduga, proses pembuatan mural berlangsung di hari yang sama.
“Setelah kerja bakti, kemungkinan mural langsung dibuat. Tapi belum beberapa hari sudah dihapus,” jelas Tofik.
Pantauan di lokasi menunjukkan bekas mural masih terlihat jelas meski telah dicat ulang dengan warna hitam.
Gambar tengkorak dan tulang bersilang khas One Piece masih samar terlihat dari balik cat penutup.
BACA JUGA : Polres Blora Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Jagung di Kunduran
Tak hanya di satu kampung saja, ada tiga titik lain tempat mural One Piece ini digambar dan kemudian dihapus.
Meski sempat mempercantik lingkungan dan menjadi ekspresi seni warga, mural tersebut kini tinggal kenangan.
Warga pun menyayangkan penghapusan itu, mengingat tujuannya hanya sebatas kreativitas visual, tanpa maksud provokatif.
TYA WIDYA













