blank
Polsek Pejagoan Polres Kebumen mengamankan anak punk membawa benda menyerupai rantai peluru, Sabtu 2/8.(Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Polsek Pejagoan Polres Kebumen mengamankan sejumlah anak punk yang kerap mangkal di simpang empat Sokka Baru, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen.

Penertiban dilakukan oleh regu patroli pada Sabtu (2/8), sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Pejagoan.

Yang mengejutkan, dari sejumlah anak punk yang diamankan, satu di antaranya menarik perhatian petugas. Pasalnya,  anak punk ini mengenakan aksesori yang tidak lazim dan berbahaya.

Seorang perempuan berinisial SA (18), warga Desa Ambarwinangun, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, diketahui mengenakan sabuk yang terbuat dari puluhan butir amunisi senjata api serbu lengkap dengan timah runcing yang masih melekat rapi.

blank
Sabuk menyerupai rantai peluru disita Polsek Pejagoan Polres Kebumen dari anak punk, Sabtu 2/8.(Foto:SB/Humas Polres)

Sabuk amunisi yang disusun menyerupai rantai peluru tersebut dipakai SA layaknya ikat pinggang, mengingatkan pada gaya karakter film aksi era lawas.

“Saat melihat aksesori yang dikenakan salah satu anak punk, anggota kami langsung menghentikan patroli dan melakukan pemeriksaan di tempat. Selanjutnya anak punk tersebut diamankan ke Mapolsek Pejagoan,”terang Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman saat memberikan keterangan mewakili Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, Minggu (3/8) 2025.

Dari hasil pemeriksaan, amunisi tersebut dalam kondisi tidak aktif. SA mengaku, amunisi itu digunakan semata-mata sebagai aksesori dan bukan untuk tujuan membahayakan.

Keterangan SA juga menyebutkan bahwa sabuk amunisi tersebut milik temannya berinisial KU (19), warga Desa Candi, Kecamatan Karanganyar. KU disebut memperoleh amunisi itu dari rekannya sesama anak punk asal Kabupaten Pemalang.

Sebagai langkah penanganan, seluruh anak punk yang terjaring dalam patroli selanjutnya dibawa ke Mapolsek Pejagoan untuk mendapatkan pembinaan. Sedangkan sabuk amunisi disita oleh Polsek Pejagoan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama kalangan remaja, untuk tidak mengenakan atau membawa benda-benda yang berpotensi membahayakan atau menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,”tegas Kompol Faris Budiman.

Komper Wardopo