WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Karena pertimbangan bersamaan dengan banyaknya orang punya kerja hajatan, maka pelaksanaan jalan sehat massal Tujuhbelasan diundur pada Minggu terakhir Bulan Agustus, atau Minggu (31/8/25) mendatang. Ini sebagaimana ditetapkan Panitia Tujuhbelasan Kabupaten Wonogiri dan Panitia Tujuhbelasan Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota.
Berikut ini dituliskan cara menghitung hari baik untuk hajatan. Bulan Agustus 2025 bersamaan dengan Bulan Sapar Tahun Dal 1959 Windu Sangara. Bagi Orang Jawa, Bulan Sapar dipilih menjadi bulan untuk hajatan, setelah selama sebulan penuh pada Bulan Sura lalu, dihindari untuk menggelar perhelatan baik mantu (pesta pengantin) maupun khitanan.
Budayawan Jawa peraih Anugerah Bintang Budaya, Kanjeng Raden Arya (KRA) Drs Pranoto Adiningrat MM, menyatakan, di Bulan Agustus 2025, memiliki 5 hari Minggu. Yakni Minggu Pahing (3/8/25), Minggu Wage (10/8/25), Minggu Legi (17/8/25), Minggu Pon (24/8/25) dan Minggu Kliwon (31/8/25).
Pranoto yang Abdi Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, menyatakan, dalam hitungan Kejawen, Minggu Pahing masuk hitungan hari Rampas yang dihindari untuk kepentingan menggelar semua bentuk hajatan. Minggu Wage (10/8/25) baik untuk menggelar hajatan, karena hitungannya masuk sebagai Hari Wilujeng atau Slamet (selamat), baik untuk menggelar semua perhelatan.
Minggu Legi (17/8/25) masuk hitungan Hari Baik yang memiliki daya Karejeken (rezeki), tapi bersamaan waktunya dengan Hari H Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-80. Minggu Pon (24/8/25) masuk hitungan Hari Nunggak Semi, baik untuk menggelar hajatan, meski auranya tidak semaksimal baiknya sebagaimana hari yang memiliki daya karejeken. Minggu Kliwon (31/8/25), masuk hitungan Hari Boros yang sebaiknya jangan dipilih untuk perhelatan, atau bisa dipilih untuk hajatan manakala tidak menemui lagi hitungan hari yang memiliki aura wilujeng atau karejeken.
Balungan
Hitungan Hari Boros, Rampas, Karejeken, Tunggak Semi dan Wilujeng, itu berdasarkan atas balungan atau isi (bukan neptu) hari dan pasaran. Ini menganut pedoman hitungan versi Cirebonan. Yakni menghitung berdasarkan isi (balungan) hari. Untuk Hari Jumat memiliki balungan bernilai satu, Sabtu (2), Minggu (3), Senin (4), Selasa (5), Rabu (6) dan Kamis (7). Untuk balungan hari pasarannya, Kliwon bernilai 1, Legi (2), Pahing (3), Pon (4), Wage (5).
Cara menghitungnya, jumlah isi hari dan pasaran kemudian di-enam-enam (dibagi enam). Bila sisa 1 disebut Tunggak Semi, sisa 2 Wilujeng atau Slamet, sisa 3 dan 5 beraura Kerejeken, serta bila sisa 4 disebut Boros dan sisa 6 dinamai Rampas. Untuk menggelar perhelatan, hindari hari Rampas atau Boros, karena memiliki aura tidak baik dan kurang baik.
Hitungan yang mendasarkan pada isi atau balungan dina ini, menjadi bagian dari budaya lokal yang lazim dipakai oleh sebagian masyarakat, utamanya yang masih menganut paham Kejawen. Untuk menentukan hari baik guna menggelar hajatan, diperlukan pedoman yang mendasarkan pemilihan hari dan pasaran, bulan serta hitungan lain yang menyangkut neptuning dina, was, ringkel, sampar wangke, tali wangke, sangaring sasi (bulan) dan tahun.
Hitungan yang mendasarkan pada isi balungan dina tersebut, tidak dimuat di Kitab Primbon Betal Jemur Adam Makna yang Babon Aseli (Kitab Induk) Kagungan Dalem (kepunyaan pribadi) Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Tjakraningrat, yang kemudian dihimpun oleh R Soemodidjojo yang diwedar (dipublikasikan) oleh Buyut Dalem KPH Tjakraningrat , Ny Siti Woerjan Soemadiyah Noeradyo.
Terlepas dari hitungan hari baik untuk hajatan, jalan sehat massal Tujuhbelasan di Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, telah digelar Sabtu (2/8/25). Serka Agus dan Serda Winarto dari Koramil-24 Kodim 0728 Wonogiri, tampil memimpin pengamanan bersama pada personel dari Polsek Puhpulem.
Gerak jalan Tujuhbelasan di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, digelar Rabu (13/8/25), masyarakat Lingkungan Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota, melaksanakan nya pada Hari Minggu (3/8/25). Warga Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota, merencanakan gerak jalan sehat massal Tujuhbelasan pada Hari Minggu (31/8/25) mendatang.(Bambang Pur)













