GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan menyelenggarakan Lomba Tujuhbelasan penuh semangat di Lapangan Ir. Soekarno, Senin (4/8/2025).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka turut memeriahkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Salah satu permainan yang paling mencuri perhatian adalah Angen Angen Morotuo, permainan unik dengan balon raksasa yang menjadi favorit pegawai maupun penonton.
BACA JUGA : Bersama TNI-Polri dan Warga, TMMD Kodim 0735/Surakarta Percepat Perbaikan Saluran Air
DLH Grobogan melibatkan seluruh karyawan dari lima bidang dan tiga UPTD untuk mengikuti lima jenis lomba yang sarat nilai kebersamaan dan kekompakan.
Salah satunya, Angen Angen Morotuo, dimainkan seperti voli namun dengan balon karet berdiameter dua meter.
Dua tim saling beradu strategi agar balon tidak menyentuh tanah atau keluar dari batas lapangan.
Tantangan dari ukuran bola dan angin yang berhembus tak menyurutkan semangat peserta. Mereka tetap kompak meski cuaca terik menyengat.
Sorak-sorai pendukung terus menggema, memberi semangat agar timnya mampu menjaga fokus dan mempertahankan bola di udara.
Lomba yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung meriah hingga menghasilkan tiga tim terbaik sebagai pemenang.
Ketua Panitia Lomba 17-an DLH Grobogan, Rahmat Taufiq, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan sejak sepekan sebelumnya.
“Ada lima lomba yang kita siapkan. Angen Angen Morotuo, Bandung Bondowoso, Angon Meri, Rasan Rasan Ojo Dileboke Ati, dan Nggagap Gagap Barang Empuk,” jelas Taufik.
Taufik menambahkan bahwa tahun ini merupakan kali pertama DLH Grobogan menggelar Angen Angen Morotuo.
“Ini baru pertama ya, kita pakai bola karet dua meter yang dipompa dengan kompresor. Permainannya mirip voli tapi bola tidak boleh jatuh atau keluar,” ujarnya.
BACA JUGA : Jihan Kaitsum, Siswa SMAN 6 Semarang Juara Lomba Nyanyi Solo Vokal Tingkat SMA di USM
Menurutnya, permainan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat makna.
“Bola besar ini melambangkan harapan orang tua. Untuk mempertahankannya, kita butuh kekompakan agar bola tidak jatuh atau keluar. Filosofinya seperti perjuangan meraih restu mertua saat mau melamar kekasih,” terang Taufik.
Adanya kegiatan ini, kata Taufik, DLH Grobogan berharap Lomba Tujuhbelasan ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong antarpegawai.
TYA WIDYA













