blank
Hasil pelatihan keterampilan batik Shibori sebagai upaya peningkatan ketrampilan dan kemandirian ekonomi kader. Foto: SB / Riki E Lestari

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kajian Nasyiatul Aisyiyah (KANA) triwulan gabungan yang melibatkan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Nalumsari, Mayong, dan Welahan sukses digelar pada Ahad, Minggu Juli 2025. Bertempat di Madrasah Al Islamiyah Muhammadiyah Kuanyar, Mayong, kegiatan kali ini dikemas berbeda, berfokus pada pelatihan keterampilan batik Shibori sebagai upaya peningkatan ketrampilan dan kemandirian ekonomi kader.

Acara dibuka dengan khidmat, diawali pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Nasyiatul Aisyiyah. Suasana semakin syahdu saat 10 Komitmen Kader Nasyiah ditirukan bersama dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.

blank
Peserta Kajian Nasyiatul Aisyiyah (KANA) triwulan gabungan yang melibatkan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Nalumsari, Mayong, dan Welahan . Foto: SB / Riki E Lestari

Ketua PCNA Mayong, Novi Brilianti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme kader dari tiga cabang. Novi juga memperkenalkan program Upcycle PCNA Mayong, sebuah inisiatif pengumpulan barang layak pakai dari anggota yang dapat “dipinang” atau dibeli oleh kader/peserta KANA, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan internal.

“KANA kali ini berbeda,” ungkap Novi. “Jika biasanya diisi dengan kajian materi keagamaan dan tausiyah, kali ini kami kemas dalam kegiatan keputrian bertema Belajar Membuat Batik Kain dengan Teknik Shibori.” Narasumbernya adalah Ayunda Witing Mulyati, seorang pegiat komunitas kerajinan dari Kuanyar yang berbagi ilmu dengan penuh semangat.

blank
Peserta Kajian Nasyiatul Aisyiyah (KANA) triwulan gabungan yang melibatkan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Nalumsari, Mayong, dan Welahan Foto: SB / Riki E Lestari

Novi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan baru bagi para Nasyiah, dengan harapan ilmu yang didapat dapat bermanfaat secara pribadi, ditularkan kembali kepada rekan-rekan di ranting masing-masing cabang, dan bahkan menjadi potensi karya yang bisa diperjualbelikan guna menambah penghasilan serta mendukung keberlangsungan organisasi.

Peserta KANA diajak praktik langsung, mulai dari mengenal bahan kain, alat, pewarna yang baik, pengikat warna (water glass), hingga proses pembuatan. Mereka belajar trik melipat kain, mengikat, pencampuran pewarna, pencelupan, hingga membuka hasil karya. Pengalaman langsung ini membuahkan hasil yang luar biasa. Berbagai motif cantik dan unik tercipta setelah ikatan Shibori dibuka, memicu decak kagum dari seluruh peserta. Ayunda Witing Mulyati pun takjub, “Sungguh luar biasa, ikatan yang sama dengan teknik yang sama bisa menghasilkan motif-motif yang berbeda dan cantik. Dengan latihan terus-menerus, Ayunda Nasyiah akan dapat menghasilkan batik Shibori yang lebih bagus lagi.”

Acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan dari masing-masing PCNA. Ayunda Eny Fitriyah, Ketua PCNA Nalumsari, melaporkan kesuksesan kegiatan outbound bersama ranting di wilayahnya. Sementara itu, Nurul Fitriana, Ketua PCNA Welahan, menyampaikan keberhasilan kajian rutin di cabangnya.

KANA kali ini ditutup dengan pengumuman KANA selanjutnya yang akan diselenggarakan di Cabang Welahan, dengan rencana penyelenggaraan lomba antar-cabang. Kemudian, seluruh peserta berfoto bersama dengan kain hasil teknik Shibori yang telah mereka buat, menampilkan kebanggaan atas karya tangan sendiri. Kebahagiaan dan kepuasan terpancar dari wajah setiap anggota, menandai kesuksesan Kajian Keputrian yang inovatif ini.

Hadepe – Riki Endar Lestari