blank
Pemkab Wonosobo tak mengundang grup musik Sheila On Seven di Hari Jadi ke-200 Wonosobo karena alasan biaya. Foto : SB/dok SO7

WONOSOBO (SUARABARUBARU.ID)– Pemkab Wonosobo akhirnya memberikan tanggapan atas beragam komentar kekecewaan warganet disejumlah media sosial terkait rencana konser Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo tahun 2025 ini.

Sebelumnya, warganet Wonosobo banyak yang mengaku kecewa lantaran artis yang didatangkan kali ini tak sesuai harapan mereka. Sementara pemerintah daerah sendiri sebelumnya telah menggelar polling tentang artis pilihan masyarakat.

Baca Juga : Bank Jateng Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Cilacap, Dorong Kesejahteraan Ekonomi Kerakyatan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo, menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai voting itu sebenarnya bukan pemungutan suara resmi.

“Itu bukan voting, tapi kita pengen ngerti keinginan masyarakat seperti apa. Kita menggali aspirasi sebetulnya,” ujar Agus kepada wartawan saat di konfirmasi via telepon.

Baca Juga : Tak Undang SO7 Saat Hari Jadi Wonosobo Ke- 200, Nitizen Kecewa Berat

Agus menyebut bahwa penyelenggaraan Hari Jadi ke-200 tahun ini dihadapkan pada sejumlah kendala utamanya dalam hal anggaran. Karena pemerintah pusat sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Refocusing anggaran tahun ini, disebut Agus, membuat total dana yang tersedia hanya Rp 350 juta, dipotong pajak menjadi Rp 308 juta. Sementara itu, biaya untuk mengundang artis nasional seperti Sheila On Seven mencapai Rp 700 juta.

Baca Juga : Kades dan Lurah Se- Wonosobo Berangkat ke Klaten, Hadiri Launching Koperasi Desa Merah Putih

“Kemampuan kita hanya di angka tadi. Kita sudah tanyakan ke Sheila On Seven, tarif mereka di angka Rp 700 juta, kita belum mampu. Kita juga ingin memenuhi harapan itu, tapi kemampuan kita segitu,” jelas Agus.

Dia menambahkan bahwa pada akhirnya, artis yang tampil dalam perayaan kali ini juga merupakan hasil perjuangan dan kerja sama.

Menurutnya, kehadiran sejumlah artis seperti Gildcoustic, Charly Van Houten, Camelia Putri, 3 Serigala, Richie, Seruni Bahar, Fiona Fachru Nisa, dan The Prasetyo Squad merupakan kombinasi dari dana APBD dan bantuan pihak luar.

Sebagian besar, katanya, merupakan dukungan dari Vicky Prasetyo dan manajemen yang bekerja sama dengannya.

“Untungnya dibantu Vicky Prasetyo, masih satu manajemen atau rekan sama mas Vicky, di luar anggaran,” ungkap Agus.

Dia menegaskan bahwa sebenarnya kemampuan anggaran Pemkab Wonosobo hanya untuk satu artis. Sementara tujuh artis lainnya bisa hadir karena bantuan dari pihak eksternal.

Refokusing Anggaran

blank
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo. Foto : SB/Muharno Zarka

Agus memahami bahwa dalam dunia hiburan, perbedaan selera sangat mungkin terjadi. Dia menyebut bahwa tak mudah untuk memuaskan semua pihak, apalagi di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.

“Musik sangat tergantung pada selera masing-masing individu. Pasti pro kontra, musik pasti setiap orang punya selera. Jadi sulit untuk memenuhi selera, kembali kepada kemampuan sendiri,” ujarnya.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa meski di tengah situasi sulit, pemerintah daerah tetap berusaha memberikan hiburan terbaik untuk masyarakat.

Perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo kali ini telah berlangsung sejak 3 Juli, dimulai dengan rangkaian kegiatan tradisi budaya, ekonomi kerakyatan, hingga gelar budaya.

Agus berharap masyarakat dapat memahami situasi yang ada dan tetap merayakan pesta rakyat ini dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Secara keseluruhan, Agus menilai apa yang telah dirancang dan dilaksanakan sudah merupakan langkah maksimal dalam kondisi yang terbatas.

 

Dia menekankan bahwa Hari Jadi bukan sekadar konser artis besar, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam memajukan daerah.

 

“Ini kan salah satu dari seluruh rangkaian Hari Jadi. Ini jadi pesta rakyat, hiburan rakyat. Kita sudah mulai dari 3 Juli, mulai tradisi budaya, ekonomi kerakyatan dan gelar budaya. Ya untuk mewujudkan sinergitas untuk Wonosobo raharjo, sejahtera, adil, dan makmur,” jelasnya.

Baca Juga: Bank Jateng Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Cilacap, Dorong Kesejahteraan Ekonomi Kerakyatan

Agus juga menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting dalam mewujudkan Wonosobo sebagai kota pariwisata dan budaya.

Karena itu, semua pihak diharapkan terus menjaga semangat kolaborasi dan gotong royong untuk masa depan daerah. Usia dua abad merupakan momentum untuk meletakkan pondasi bagi usia 200 tahun daerah ini ke depan.

“Semoga melalui peringatan Hari Jadi ke-200 ini semakin mengukuhkan Wonosobo sebagai kota pariwisata dan budaya. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan swasta,” pungkasnya.

 

Muharno Zarka