
Beranjak pada sektor layanan publik, kajian ilmiah dari Dr. Fika Zumrotun yang berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Pelayanan Publik Secara Daring” menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan untuk wilayah dengan akses internet terbatas yakni daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kabupaten Jayapura.
“Adapun rekomendasi tersebut yaitu adanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), layanan, dan masyarakat. Kemudian diperlukan pembenahan menyeluruh terhadap etos pelayanan publik dan adanya distribusi pembangunan Base Transceiver Station secara proporsional berdasarkan tingkat kebutuhan dan konektivitas wilayah,” terangnya.
Memberikan Ruang Baru
Di sisi lain, Dr. Umbu Manggana secara mendalam mengkaji tentang “Politisasi Identitas Kabihu dalam Kontestasi Politik Elektoral di Sumba Timur: Kajian terhadap Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumba Timur Tahun 2020”. Penelitian ini berfokus pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang secara langsung memberikan ruang baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, namun sekaligus membuka peluang terjadinya politisasi identitas.
“Secara akademik, disertasi ini memberikan konsep tentang politisasi identitas simultan dalam konteks lokal dan otonomi daerah. Secara praktis, penelitian ini menyarankan perlunya pendidikan politik, penguatan toleransi, dan penegakan netralitas birokrasi untuk menghindari dampak destruktif politisasi identitas,” bebernya.
Sementara itu, “Relasi Asimetris Antara Kaum Ata dan Kaum Maramba di Sumba Timur” diangkat oleh Dr. Norlina Rambu Jola Kalunga sebagai judul dalam disertasinya. Penelitian ini bukanlah sekadar studi akademis biasa, ini adalah sebuah upaya fundamental untuk menyingkap selubung kompleksitas stratifikasi sosial yang melampaui batas-batas pemahaman konvensional.
Di balik lanskap Sumba yang memesona, tersembunyi sebuah fenomena subordinasi yang tidak hanya terpatri dalam dimensi sosio-ekonomi atau politik, melainkan berakar kuat dalam dimensi kosmologis, spiritual, dan genealogi masyarakatnya.
Hadir dalam Yudisium dan Promosi Doktor Studi Pembangunan ini adalah promotor dan co-promotor, serta para penguji dari keempat doktor. Selain itu, turut hadir juga Rektor ketiga UKSW periode 1983-1993 Profesor Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D., Rektor keempat UKSW periode 1993-2001, Profesor John JOI Ihalauw., SE., Ph.D., CHE., dan Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Halmahera Mersy Yoslin Ririhena, S.E., M.Ak., serta keluarga yang terus mendukung perjalanan studi para doktor tersebut.
Yudisium dan Promosi Doktor Studi Pembangunan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan serta Asta Cita 6 membangun dari desa dan dari bahwa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Acara ini merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-1 tanpa kemiskinan, ke-4 pendidikan berkualitas, ke-5 kesetaraan gender, ke-10 berkurangnya kesenjangan, ke-11 kota dan permukiman yang berkelanjutan serta ke-17 kemitraan mencapai tujuan.
Ning S













