KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Upaya melestarikan warisan budaya dan semangat konservasi terpancar dari Gebyar Sedekah Bumi di Pantai Kembar Terpadu Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen, Sabtu (12/7).
Acara tahunan ini ditandai pelepasan tukik (anak penyu) ke habitat alaminya. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan pariwisata berbasis konservasi.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir bersama anggota DPRD Kebumen Madkhan Anis, Kepala Kejaksaan Negeri Endi Sulistiyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (Kadis LHKP) Kebumen Asep Nurdiana, Forkopimcam Puring, serta pengelola Pantai Kembar Terpadu.
Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya menyatakan,Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendorong pembangunan pariwisata yang berbasis konservasi dan budaya.
Menurutnya, Pantai Kembar Terpadu ini bukan hanya tempat tujuan wisata, tapi juga contoh bagaimana alam, manusia, dan tradisi bisa tumbuh bersama secara harmonis.
“Alhamdulillah hari ini saya di Pantai Kembar Terpadu bisa melepasliarkan tukik, anakan penyu. Kecil-kecil, tapi memang mereka harus dilepasliarkan,”ujar Lilis Nuryani usai melepas tukik ke laut selatan.

Pengelola konservasi penyu Pantai Kembar Terpadu Hartono menjelaskan, total 86 ekor tukik dilepasliarkan dari sejumlah 101 butir telur yang ditetaskan.”Untuk agenda Bupati Lilis ada 20 ekor tukik, sisanya untuk acara field trip Geofest 2025,”terang Hartono.
Hartono juga mengungkapkan, konservasi ini menaungi tiga jenis penyu, yaitu penyu hijau (1 ekor), penyu sisik (2 ekor), dan penyu lekang (2 ekor).
Kelima penyu tersebut semuanya merupakan anakan yang didapat dari patroli rutin saat masih berupa telur. Kemudian, telur-telur ini ditetaskan dan sebagian kecil ditangkarkan untuk tujuan edukasi.”Kalau kita menjaga alam, insya Allah alam akan menjaga kita,”pesan Hartono.
Hartono menambahkan bahwa patroli dilakukan hampir setiap malam, terutama saat musim kemarau, dengan jenis penyu lekang menjadi yang paling dominan ditemukan.
Yang menarik, guna memastikan kesehatan penyu-penyu di konservasi, ada relawan dokter hewan yang datang sebulan sekali untuk melakukan pemeriksaan.
Selain kegiatan konservasi, Gebyar Budaya Sedekah Bumi Pantai Kembar Terpadu juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya. Rangkaian acara meliputi arak-arakan, lesungan, kuda lumping, jamjaneng, dan karawitan.
Pantai Kembar Terpadu masih bertahan dengan tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar jasa penataan motor seikhlasnya. Fasilitas di lokasi ini juga sudah cukup lengkap. Seperti warung makan, toilet, dan saung.
Komper Wardopo













