blank
Pabin Jagawana KPH Gundih Ipda Tedy bersama anggota Polmob dan Kepala BKPH Juworo Karya bertemu warga dan berdialog saat melaksanakan patroli hutan di kawasan BKPH Juworo, Senin, 14 Juli 2025. Foto: Perhutani KPH Gundih

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Petugas Jagawana melakukan patroli hutan di wilayah BKPH Juworo dengan intensitas tinggi untuk mengantisipasi pencurian kayu dan potensi karhutla.

Patrolo dipimpin Pabin Jagawana KPH Gundih Ipda Tedy Hernomo bersama anggota Polmob serta jajaran Kepala BKPH Juworo Karya. Mereka menyisir jalur-jalur rawan pencurian kayu di dalam hutan, dengan berjalan kaki, terutama pada jam-jam rawan gangguan pencurian kayu dan pembakaran hutan

Administratur KPH Gundih, Haris Setiana melalui Ipda Tedy menjelaskan bahwa patroli berjalan kaki dilakukan demi efektivitas pengawasan langsung. “Petugas gabungan melaksanakan patroli dengan berjalan kaki dan mengecek keadaan petak-petak,” terang Ipda Tedy.

Ia menambahkan, patroli sengaja digelar dari sore hingga dini hari karena saat itulah aktivitas pencurian kayu sering terjadi di BKPH Juworo. Selain melakukan pengamanan, tim juga menyambangi warga yang tengah beraktivitas di hutan untuk memberikan edukasi terkait kelestarian alam.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat dihimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau merusak ekosistem hutan yang ada. “Kegiatan ini tak semata patroli saja, namun juga dibarengi sosialisasi tentang kelestarian hutan,” ujar Ipda Tedy Hernomo menegaskan.

Sebagai bentuk kepedulian dan pendekatan persuasif, petugas juga membagikan nasi bungkus serta air minum kepada warga di sekitar hutan. Langkah humanis ini diharapkan mampu membangun relasi sosial yang positif antara Perhutani dan masyarakat sekitar kawasan BKPH Juworo.

Keterlibatasan Warga

Perhutani menilai keterlibatan aktif warga adalah kunci dalam menjaga keamanan hutan dari tindak kriminal seperti pembalakan liar dan pembakaran. Baca Juga: Inspeksi Tim K3 Perhutani KPH Purwodadi Jamin Lingkungan Kerja Aman di Persemaian Sinawah Pabin Jagawana menyebut kegiatan ini jadi sarana dua arah untuk mendapatkan informasi lapangan dari warga secara langsung dan terbuka.

Warga juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan atau potensi bahaya yang mereka temui selama beraktivitas di sekitar hutan. “Dengan adanya sinergitas dan kekeluargaan, laporan terkait pencurian kayu bisa cepat direspons,” imbuh Ipda Tedy.

Pendekatan ini membuktikan bahwa patroli hutan tak sekadar pengawasan, tapi juga membangun fondasi partisipatif berbasis komunitas lokal. Wilayah BKPH Juworo memang menjadi salah satu titik fokus patroli karena dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap kejahatan lingkungan.

Pencurian kayu di kawasan tersebut sering memanfaatkan celah pada jam-jam tertentu, terutama malam hingga dini hari. Patroli hutan rutin yang digelar oleh Perhutani KPH Gundih dan BKPH Juworo ini diharapkan terus menekan angka kejahatan lingkungan.

Dengan sinergi aparat dan warga, BKPH Juworo diproyeksikan sebagai zona hijau bebas pencurian kayu dan karhutla dalam jangka panjang.

Tya Wiedya