blank
Pasukan Semut PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo bersiap membersihkan Alun-Alun dari sampah. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Acara Pekan Sosial dan Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1447 yang digelar PC Muslimat NU Wonosobo baru saja usai. Pengunjung pun bergegas meninggalkan tempat di komplek Panti Asuhan Darul Hadlonah Karangluhur Kalianget.

Yang tersisa hanya barisan kursi plastik yang masih tertata rapi. Di sekitar lokasi juga berserakan dus bekas pembungkus snack dan makanan. Ada pula plastik-plastik bekas bungkus jajanan yang masih teronggok di bawah kursi.

Setiap digelar sebuah acara, tak jarang sampah bekas pembungkus makanan atau jajan pasti berserakan di mana-mana. Kondisi tersebut tentu sangat menggangu pemandangan dan kebersihan lingkungan sekitar.

Maka, pasukan Ibu-Ibu berseragam batik uniform kebesaran Muslimat NU, bersicepat bergerak. Mereka menenteng kantong plastik keliling ke semua sudut lokasi yang baru saja dihelat acara pengajian atau event apapun yang diselenggarakan Muslimat NU.

Tanpa ragu-ragu, Ibu-Ibu cantik itu, segera memungut semua sampah yang ada untuk dimasukkan ke dalam kantong plastik. Mereka tak akan berhenti melakukan aksinya, sebelum sampah yang berserakan di lokasi benar-benar berhasil dilenyapkan.

Kantong plastik yang telah penuh pun dikumpulkan di satu tempat agar diambil pemulung. Begitu kursi tempat duduk pengunjung diberesi, lokasi sudah bebas dari sampah yang teronggok di mana-mana. Lokasi pun sudah zero sampah seperti waktu sebelum acara dimulai.

Petugas pengumpul sampah itu bukan “pemulung”. Tapi mereka adalah Satuan Tugas Muslimat Cantik Sadar Lingkungan atau Satgas Mustika Darling. Mereka adalah pasukan Ibu-Ibu yang dibentuk PC Muslimat NU Wonosobo sebagai “pembersih” sampah usai setiap digelar sebuah acara atau pengajian.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Wonosobo Hj Umi Fatmah Alh mengatakan Satgas Mustika Darling merupakan gerakan yang dibentuk PP Muslimat NU pada kongres organisasi Banom NU itu beberapa tahun lalu. Satgas Mustika Darling merupakan amanat organisasi dari tingkat pusat.

“Satgas ini dibentuk sebagai bentuk kesadaran atas kebersihan lingkungan dan kelestarian alam. Apalagi sebelumnya setiap usai digelar acara pengajian atau apapun oleh Muslimat NU, banyak sampah berserakan di sekitar lokasi. Itu kini tidak boleh terjadi lagi,” serunya.

Karena itu, PP Muslimat NU berinisiatif membentuk Satgas Mustika Darling. Bahkan satgas tersebut tidak sekadar untuk kebersihan lingkungan usai digelar acara, tapi sebagai bentuk kesadaran dan kampanye kesadaran lingkungan secara luas di masyarakat.

Pasukan Semut

blank
Satgas Mustika Darling PC Muslimat NU Kabupaten Wonosobo saat melakukan tugasnya membersihkan sampah. Foto : SB/Muharno Zarka

Tak hanya Muslimat NU yang punya Satgas Mustika Darling, Fatayat NU Wonosobo juga memiliki Pasukan Semut. Namanya memang berbeda tapi tugas dan fungsinya sama. Yakni sama-sama sebagai tim kebersihan sampah usai digelar kegiatan Fatayat NU.

Saat PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo menghelat peringatan “Hari Lahir (Harlah) ke-79 Fatayat NU tahun 2025” di Alun-Alun, ruang publik itu langsung bersih tanpa sampah begitu kegiatan selesai. Alun-Alun kembali hijau seperti sebelumnya.

Setelah digelar acara yang mendatangkan massa ribuan orang, Alun-Alun memang kerap penuh-seluruh dengan sampah dus bekas isi snak atau nasi dan plastik bekas bungkus jajanan khas anak-anak. Begitu acara kelar sampah tetap berserakan tanpa ada yang membersihkan.

Tak mau kondisi itu terjadi, PC Fatayat NU Wonosobo pun membentuk Pasukan Semut. Pasukan tersebut terdiri dari kader muda perempuan NU yang siap bergerak dan beraksi membersihkan sampah paska digelar kegiatan yang dihelat organisasi Fatayat NU.

Mereka siap bergerak membersihkan sampah setelah pengajian umum atau peringkat Harlah Fatayat NU diselenggarakan. Setelah dibersihkan oleh “pahlawan sampah” tempat yang semula penuhi aneka barang bekas itu, tak lama tempat tersebut bisa kembali bersih alias bebas dari sampah apapun.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo Mariyatul Kiptiyah Alh mengungkapkan pihaknya seperti PC Muslimat NU yang membentuk Satgas Mustika Darling, PC Fatayat NU pun menggagas Pasukan Semut. Sebuah tim yang siap siaga untuk membersihkan sampah agar lingkungan tetap tampak bersih, sehat dan asri.

“Nama Pasukan Semut punya filosofi tersendiri. Semut itu suka merayap ke mana-mana mencari makanan. Maka Pasukan Semut Fatayat NU pun siap merayap ke mana-mana untuk membersihkan sampah. Kami tak ingin setelah digelar acara meninggalkan sampah yang tak terurus,” acaranya.

Lebih dari itu, lanjut Kiptiyah, tak sekadar membersihkan sampah di tempat acara, Pasukan Semut nantinya harus punya kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan di tempat masing-masing. Budaya hidup bersih dan sehat harus jadi nafas bagi kader Fatayat NU di mana pun berada.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Itulah prinsip yang harus dipegang setiap kader. Kader perempuan muda NU harus mencintai lingkungan dan kelestarian alam. Alam dan lingkungan harus dirawat demi keberlangsungan anak-cucu di masa depan,” katanya.

Ke depan, dia berharap, gerakan peduli lingkungan tidak sebatas membersihkan sampah di tempat digelar sebuah acara. Tapi bisa lebih meluas menjadi gerakan bersama untuk membersihkan sampah, menjaga lingkungan dan merawat alam agar tetap lestari.

Muharno Zarka