KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Zaeni Miftah meminta Direktur RSUD dr Soedirman dan jajaran terus berbenah memanfaatkan setiap ruang untuk memberi kenyamanan bagi para pengunjung.
Hal itu ditekankan Wabup Zaeni Miftah sewaktu memantau perkembangan pembangunan ruang ICCU di Lantai 2 RSUD dr Soedirman dan Rehab Ruang Sitotoksik (Cytotoxic) di Lantai 1, Rabu (9/7).
Ruang Sitotoksik adalah ruangan khusus di rumah sakit yang dirancang untuk menangani dan mempersiapkan obat-obatan sitotoksik, atau obat-obatan yang bersifat racun bagi sel (antineoplastik), yang digunakan dalam kemoterapi.
Ruangan ini memiliki standar keselamatan dan protokol ketat untuk melindungi pekerja, pasien, dan lingkungan dari paparan obat-obatan berbahaya ini.
Pada kunjungan tersebut Wabup Zaeni Miftah didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kebumen dr Iwan Danardono, diterima Direktur RSUD dr Soedirman dr Arif Kumedi beserta jajaran. Lebih dari satu jam Wabup berada di rumah sakit pemerintah itu melakukan peninjauan di beberapa ruangan.
Taman Bermain Anak yang Layak

Saat melewati ruangan taman bermain anak, Wabup yang pernah menjadi anggota DPRD Kebumen itu langsung berbelok. Menurut Wabup, ruang atau taman bermain anak harus dibangun lebih layak baik secara indoor atau outdoor agar lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak.
Sewaktu meninjau rehab ruang ICCU di lantai dua, Wabup pun meminta direktur RSUD dr Soedirman lebih memperhatikan ruang yang kosong di dinding. Zaeni Miftah menyarankan rumah sakit harus berubah tampilan dan bukan tempat yang menakutkan. Ruangan atau dinding yang kosong bisa dipasang gambar atau hiasan yang menarik bagi pengunjung atau pasien.
“Sebaiknya jangan ada space yang kosong. Isi dengan gambar atau foto objek wisata Pantai Menganti atau pantai lain atau panorama alam Kebumen sehingga pengunjung lebih nyaman dan tenang,”tandas Zaeni.
Menyinggung pembangunan ruang ICCU dan ruang sitotoksik untuk kanker, Wabup menjelaskan bahwa anggaran dari APBD melalui Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk. Sedangkan alat kesehatan (alkes) dari APBN melalui Kementerian Kesehatan.
Menurut Zaeni Miftah, dari peninjauan tersebut dirinya puas karena perkembangannya cukup bagus. Adapun untuk alat kesehatan dari Pusat masih menunggu karena barang pabrikan. Namun pihaknya optimistis Oktober nanti sudah datang dan bisa dioperasionalkan.
“Prinsipnya rumah sakit pemerintah juga dituntut memberikan peningkatan pelayanan yang paripurna kepada masyarakat. Oleh karena itu kami mendorong pengelola terus berbenah, mengubah tampilan dan meningkatkan pelayanan,”tandas pria yang juga Ketua DPC PKB Kebumen itu.
Komper Wardopo













