
“Selain kemampuan dan memberikan pelatihan berkendara, para peserta juga dilatih dan ditantang dalam kreativitas mengkampanyekan keselamatan berkendaraan di media sosial,” kata Muhib.
Untuk memperkuat kompetensi, para peserta SCR 2025 mendapatkan pelatihan public speaking sebagai bekal dalam mengedukasi kampanye keselamatan berkendara.
Mereka juga mendapatkan pelatihan tingkat lanjut dalam berkomunikasi di media sosial, pembuatan vlog kreatif, video reels, konten edukatif, hingga membuat lagu pembelajaran untuk anak bertema keselamatan berkendara.
Setelah mendapatkan berbagai pembekalan, para peserta unjuk kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dan terpilih enam terbaik untuk duta SRL bagi siswa dan guru serta tiga terbaik untuk figur guru PAUD.
Karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, jangkauan dampak yang dihasilkan dari masing-masing karya, serta kinerja kampanye keselamatan berkendara selama periode tahun 2024-2025.
Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 6 SRL binaan Yayasan AHM yaitu SMKN 1 Bulakamba Brebes Jawa Tengah, SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi Jawa Barat, SMK Teknik Panca Abdi Bangsa Binjai Sumatera Utara, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang Jawa Timur, SMAN Bali Mandara dan SMKN 4 Tasikmalaya Jawa Barat.
Sementara itu, para guru PAUD berasal dari wilayah DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang Jawa Barat.
SMKN 1 Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada kegiatan ini. Yusufa dinobatkan sebagai Juara 1 kategori Guru Safety Riding Lab terbaik, sementara Cahaya berhasil meraih Juara 2 kategori Duta Siswa Safety Riding.
Keberhasilan ini menunjukkan sinergi kuat antara guru dan siswa dalam membangun budaya keselamatan berkendara di lingkungan sekolah.
“Kemenangan ini adalah kali kedua saya meraih Juara 1 sebagai Guru Safety Riding Lab di ajang nasional. Ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan komitmen SMKN 1 Bulakamba dalam membangun budaya keselamatan berkendara bukan hanya slogan, tapi sudah menjadi budaya sekolah,” ujar Yusufa, guru SMKN 1 Bulakamba.
Hery Priyono













