JEPARA (SUARABARU.ID) – Pameran inspirasi sejarah bahari Ratu Kalinyamat yang digelar mulai 24 April 2025 di paseban masjid Mantingan, Senin, 14 Juli 2025 ditutup secara resmi. Namun walaupun sudah ditutup secara formal pameran masih tetap dibuka hingga hari Kamis, 31 Juli 2025.
Pameran ditutup oleh H. Nur Hidayat, S.E. dengan ditandai penyerahan surat berikut proposal tentang ajuan “Museum Ukir Ratu Kalinyamat”. Proposal diserahkan oleh ketua yayasan masjid dan makam Dr. Ahmad Selamet, M.Ag, didampingi wakil ketua Drs. Sutarya, M.M, dan Malik Sujarwadi, S,Ag.
Dalam sambutannya Nur Hidayat mengaku gembira karena pameran pop up Ratu Kalinyamat berjalan dengan baik dan antusias masyarakat luar biasa. “Kami dari Yayasan Dharma Bakti Lestari mengapresiasi Kepada seluruh masyarakat Jepara dan juga dari berbagai daerah di luar Jepara yang telah mengunjungi pameran tersebut.

Nur Hidayat juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Bupati, pemerintah Kabupaten Jepara juga Yayasan Sultan hadirin dan seluruh masyarakat serta pihak-pihak yang telah Ikut andil di dalam mensukseskan pameran tersebut
Sementara Pengurus Yayasan Sultan Hadirin dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dr. Achmad Slamet menyampaikan terima kasih kepada ibu Lestari Moerdijat yang telah mensupport dan mengadakan kegiatan pameran . Harapannya pemeran dapat terus dilanjutkan oleh pihak yayasan Sultan hadirin
Dalam acara tersebut dihadiri juga pengurus yayasan Dharma Bakti Lestari, dalam hal ini yang hadir adalah para Sahabat Lestari.
Perpanjangan waktu pameran hingga 31 Juli 2025 ini karena animo dari publik menghendaki perpanjangan waktu. “Pameran ini sangat bermanfaat, utamanya untuk edukasi bagi generasi “Z”, sehingga pada akhir .mereka ada rasa ikut memiliki terhadap sejarah dan budaya, utamanya ukiran Jepara,” ujar Drs Sutarya, MM.
Hadepe













