WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Lazimnya pasar tradisional, masing-masing memiliki hari pasaran dan dinantra. Ini berpedoman pada hitungan Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage. Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, hari pasaran ditandai dengan datangnya keramaian pengunjung. Di luar hari pasaran, disebut dengan dinantara, yang ditandai dengan kondisi tidak seramai dengan Hari Pasaran.
Bagi mayortas warga pedesaan, kegiatan berpasar tidak hanya sekadar melakukan transaksi jual beli. Tapi sekaligus juga untuk kepentingan rekreasi atau wisata. Setidak-tidaknya wisata kuliner, dengan membeli aneka macam menu tradisional khas di masing-masing pasar tradisional. Seperti di Pasar Baturetno misalnya, pengunjung sekaligus dapat menikmati menu unggulan sate kambing. Di Pasar Batuwarno, dapat membeli pindang petis dan olahan bacem kaki serta kepala kambing.
Untuk menjaga keamanan, kelancaran dan kenyamanan, setiap datang keramaian Hari Pasaran, jajaran kepolisian di masing-masing Polsek turun ke lokasi pasar, sekaligus bertugas untuk pengaturan arus lalu lintas. Apalagi, bila lokasi pasar menyatu dengan terminal, pertokoan, warung, dan berdekatan dengan pusat perkantoran pemerintah, layanan kesehatan dan sekolah.
Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo dan Kapolsek Jatiroto Iptu Pudiyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, keramaian pasar tradisional di Pasar Jatiroto berlangsung setiap datang Hari Pasaran Legi. Mulai pagi, personel Polsek diturunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan, guna menghindari keruwetan, berkait dengan banyak warga yang datang ke pasar.
”Ini merupakan bagian dari komitmen Polres Wonogiri, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandas AKP Anom Prabowo. Pengamanan di Hari Pasaran, berlangsung sampai suasana pasar berangsur landai menyepi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menyatakan, di pasar-pasar tradisional akan datang hari tertentu yang menjadi keramaian pasar atau Hari Pasaran. Baik untuk transaksi jual beli berbagai ragam komoditas umum kebutuhan pokok sehari-hari, dan juga memasarkan ternak kambing atau sapi.
Komoditas
Ini simak Hari Pasaran pada pasar tradisional di Kabupaten Wonogiri. Pasar Wonokarto Wonogiri Kota datang pada setiap Wage untuk komoditas umum dan ternak kambing. Di Kecamatan Ngadirojo, berlangsung Pon dan Kliwon, Kecamatan Nguntoronadi, setiap Kliwon. Kecamatan Wuryantoro, setiap Legi untuk pasar umum, kambing dan sapi.
Kecamatan Manyaran, setiap Pon dan Kliwon untuk pemasaran komoditas umum dan kambing. Kecamatan Eromoko, setiap datang Kliwon untuk komoditas umum dan kambing. Kecamatan Pracimantoro setiap datang Legi dan Wage, untuk komoditas umum dan sapi.
Kecamatan Baturetno, setiap Pahing (umum) dan setiap Pon (umum dan kambing), serta setiap Legi (umum dan pisang). Kecamatan Batuwarno setiap Pon dan Legi. Kecamatan Giriwoyo setiap Kliwon (umum dan kambing). Kecamatan Giritontro dan Giribelah setiap Pon dan Kliwon.
Kecamatan Tirtomoyo setiap Kliwon (umum dan kambing). Kecamatan Jatisrono setiap Wage (umum, kaming, sapi dan pisang). Kecamatan Jatroto setiap Legi (umum dan kambing). Kecamatan Jatipurno setiap Pahing (umum). Kecamatan Sidoharjo setiap Pon (umum dan sapi) dan Kliwon (umum dan kambing). Kecamatan Girimarto setiap Pahing (umum dan kambing).
Untuk Kecamatan Purwantoro setiap Pon (umum, kambing dan sapi). Kecamatan Slogohimo setiap Kaliwon (umum, kambing dan sapi) dan Pahing (umum dan kambing). Kecamatan Bulukerto setiap Pahing (umum dan kambing) serta Wage (umum). Kecamatan Puhpelem setiap Wage (umum dan kambing). kecamatan Kismantoro setiap Legi (umum).(Bambang Pur)













