GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kwartir Cabang Grobogan terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap lingkungan serta bencana.
Sebanyak 50 Pramuka Penegak dari 19 Kwartir Ranting mengikuti Pelatihan Pramuka Peduli yang digelar di SMP Negeri 5 Purwodadi selama dua hari, 10-11 Juli 2025.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan penting agar siap terlibat langsung dalam aksi-aksi pengabdian kepada masyarakat.
BACA JUGA : Satlantas Polres Grobogan Imbau Tertib Berlalu Lintas Dimulai dari Rumah
Ketua Kwartir Cabang Grobogan, Kak Agus Siswanto, menegaskan bahwa Pramuka Peduli merupakan bentuk nyata dari peran aktif Pramuka dalam membantu masyarakat.
“Pramuka Peduli merupakan salah satu aksi nyata Pramuka dalam pengabdian kepada masyarakat, baik peduli terhadap lingkungan, peduli sosial maupun kepedulian Pramuka terhadap kejadian bencana alam,” ujar Kak Agus.
Ia menambahkan, pembekalan ini penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepekaan sosial dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan.
“Untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dalam kepedulian dan kepekaannya dalam bidang lingkungan, sosial maupun keterlibatan dalam penanggulangan bencana maka perlu diberikan pembekalan yang secukupnya sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” lanjutnya.
Andalan Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Grobogan, Kak Parjiyo, menjelaskan bahwa peserta menerima berbagai materi penting selama pelatihan berlangsung.
Mereka mendapatkan pemahaman mendalam tentang Fundamental Gerakan Pramuka dan praktik aksi nyata Pramuka Peduli dari tim Pusdiklatcab Kwarcab Grobogan.
BACA JUGA: Setahun, di Brebes Terjadi 370 Kebakaran
Selain itu, BPBD Kabupaten Grobogan memberikan materi mengenai pentingnya mitigasi bencana. PMI Grobogan turut membekali peserta dengan ilmu Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan yang menyampaikan cara pengolahan sampah yang tepat.
“Dalam rangka menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, para peserta juga dibekali cara pengolahan sampah oleh pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan,” pungkas Kak Parjiyo.
TYA WIDYA













