JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama pendidik, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kembang melakukan aksi nyata dengan menggalang donasi sukarela. Aksi ini ditujukan untuk meringankan beban keluarga almarhum Ngatrozi, Pegawai Tidak Tetap (PTT) di SMP Negeri 3 Welahan, yang berpulang sebelum sempat menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN PPPK.
Almarhum Bapak Ngatrozi merupakan PTT yang telah mengikuti seleksi PPPK tahap 1 dan dinyatakan lolos. Namun, takdir berkata lain, beliau belum sempat menerima SK pengangkatan karena lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Almarhum wafat pada hari Senin, 7 Juli 2025, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang semuanya masih bersekolah.
Merespons kabar duka ini, Nasuka, Ketua PGRI Cabang Kembang menggerakkan solidaritas anggota dengan membuka donasi selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis. Donasi ditujukan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Kembang. Antusiasme dan kepedulian luar biasa ditunjukkan oleh para guru: hingga Kamis, terkumpul dana sebesar Rp 6.395.000. Jumlah ini bertambah pada hari Jumat setelah SMP Negeri 1 Kembang turut menyalurkan donasi sebesar Rp450.000, sehingga total donasi yang terkumpul mencapai Rp6.845.000.
Pada hari Jumat, Ketua PGRI Cabang Kembang bersama pengurus harian dan didampingi oleh perwakilan PGRI Cabang Welahan, menyerahkan langsung donasi tersebut ke rumah duka. Bantuan diterima dengan haru oleh istri almarhum.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah duka, solidaritas guru tak pernah padam. Selain meringankan beban keluarga almarhum, inisiatif ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi cabang-cabang PGRI lainnya untuk turut bergerak bersama. Sebagaimana slogan PGRI solidaritas yeesss, bukan hanya slogan melainkan sikap hidup.
Hadepe – Tim Flowpedia Kembang













