KENDAL (SUARABARU.ID) – Pokdarwis Welas Asih dan Karang Taruna Bersatu Desa Montongsari mendapatkan “Pendampingan Penyusunan Strategi dan Program/Kegiatan dalam Menunjang Efektivitas Pengembangan Kesenian Singa Barong dan Gamelan” oleh Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Diponegoro dan Universitas Katolik Soegijapranata, Rabu (09/7/2025) di Balai Desa Montongsari, Kabupaten Kendal.
Pelaksanaan pendampingan Kesenian Singa Barong dan Gamelan merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Desa Binaan berjudul “Perancangan Desa Binaan Melalui Peran Pokdarwis dan Karang Taruna untuk Pengembangan Wisata Rintisan di Desa Montongsari, Kabupaten Kendal”. Skema tersebut didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2025.
Dalam pelaksanaan kegiatan, hadir Tim Pengabdian Undip dan Unika Soegijapranata Prof. Dr. Sunarti, S.T., M.T., Mardwi Rahdriawan, S.T., M.T., Maya Damayanti, S.T., M.A., PhD, Dr. Rustina Untari, S.E., M.Si., Novia Cecilia, S.P.W.K., dan Lala Arastya, S.P.W.K., Cathleya Adelina Mahasiswa Undip yang berpartisipasi dalam kegiatan PDB; serta peserta pelatihan yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Welas Asih dan Perangkat Desa Montongsari.
Prof. Dr. Sunarti, S.T., M.T menyampaikan penjelasan awal tujuan, dan kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan Undip tahun 2025. Dia menerangkan bahwa kegiatan PDB tahun 2025 merupakan lanjutan dari luaran yang telah kita capai bersama pada tahun sebelumnya seperti eksplorasi dan konsep wisata, hingga pengembangan wisata rintisan pemancingan dan sebagainya.
Sedangkan Sekretaris Desa Montongsarim Joko P Martoyo mengharapkan, perangkat desa, generasi muda dari Karang Taruna Bersatu Desa Montongsari dapat menjadi penerus wisata dan melestarikan Kesenian Singa Barong dan Gamelan yang menjadi target PDB tahun 2025 ini.

Foto: Novia Cecilia
Dalam upaya peningkatan pemahaman Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Montongsari, Tim PDB Undip dan Unika juga memberikan pendampingan penyusunan strategi dan program/kegiatan dalam menunjang efektivitas pengembangan Kesenian Singa Barong dan Gamelan.
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) menjadi metode yang dipilih untuk memberikan pemahaman kepada peserta pendampingan terkait identifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman serta merumuskan strategi dan rencana aksi dalam realisasi pengembangan Kesenian Singa Barong dan Gamelan.
Dalam sesi diskusi, perwakilan Karang Taruna menjelaskan bahwa “Kesenian Singa Barong dan Gamelan oleh Kelompok Budoyo Mudho Taliwongso Desa Montongsari sebenarnya unggul karena memiliki reog dan pernah tampil pada beberapa kegiatan, tapi masih kekurangan sarana dan latihan.
“Jika sudah punya gamelan sendiri, mungkin bisa dikembangkan juga dengan kreasi musik dan tarian” ujar seorang peserta.
Partisipasi aktif dari peserta pelatihan yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Welas Asih dan Perangkat Desa Montongsari pun menghasilkan tabel SWOT dan manajemen POAC yang kian memperjelas arah pengembangan Kesenian Singa Barong dan Gamelan.
Hasil diharapkan mampu membangkitkan semangat Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Montongsari untuk meningkatkan perekonomian melalui pengembangan Kesenian Singa Barong dan Gamelan.
Novia Cecilia













