SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tradisi Iriban digelar dalam acara suronan dan pengukuhan ketua RT baru, tepatnya di RT.07/RW.01 Kelurahan Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang, baru-baru ini.
Iriban merupakan sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat di beberapa daerah, terutama di sekitar Lereng Gunung Ungaran, untuk membersihkan dan menjaga kelestarian sumber mata air.
Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga kelangsungan lingkungan dan sumber kehidupan. Acara Iriban hingga kini masih lestari, bersanding dengan dinamika masyarakat yang kian berkembang.
Tradisi Iriban ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar warga. Dalam kegiatan sendiri dihadiri oleh Lurah Mangunsari, Supriyanto, Ketua RW, Giyanto yang juga anggota DPRD Komisi A Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperingati tradisi budaya yang telah turun temurun dilakukan oleh warga RT.07 yang terletak di Lereng Gunung Ungaran.
Acara diawali dengan prosesi tasyakuran iriban dan suronan yang dipimpin oleh sesepuh dan ulama dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan desa, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan duafa. Tasyakuran ini merupakan simbol kebersamaan dalam menyambut berkah dan menjalin hubungan harmonis antar warga.
Pada puncak acara, dilakukan pengukuhan ketua RT baru, Didik Muryanto oleh Lurah Mangunsari, Supriyanto. Ia berharap, ketua RT yang baru mampu menjalankan amanah dan tanggung jawabnya, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mempererat rasa kebersamaan di lingkungan RT tersebut.
Sementara itu Ketua RT.07 yang baru, Didik Muryanto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh warga. Dirinya berkomitmen akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Didik juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kerukunan, kebersihan, dan keamanan lingkungan. Acara menjadi lebih meriah dan bermakna dengan digelarnya tausiah ulama dan hiburan gambus nada puri music.
Ning S













