blank
Kegiatan makan bersama setelah pengajian Ahad pagi di Masjid Darussalam, Plamongan Indah, Pedurungan, Semarang. Foto: nuridin

Oleh: Nuridin & Ira Alia Maerani

HARMONI menjadi idaman. Silaturahmi merupakan salah satu persyaratan. Siapa pun dan masyarakat manapun, hampir pasti mendambakan hubungan yang harmonis dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat.

Dambaan harmoni masyarakat tentu bukan sesuatu yang aneh, karena kondisi masyarakat yang tidak aman, tidak stabil, dan penuh dengan kejahatan, sudah barang pasti akan menjadikan masyarakat terbelah, serta akan menimbulkan permusuhan satu sama lain.

Dambaan harmoni masyarakat juga menjadi sesuatu yang wajar, diharapkan karena kondisi demikian sungguh sangat menguntungkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas dengan penuh kenyamanan, kedamaian, dan keamanan.

Meraih harmoni masyarakat tentu bukan sesuatu yang bersifat instan. Meraih harmoni masyarakat membutuhkan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Agar harmoni itu terjalin secara utuh, dan dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan, hingga benar-benar menjadi dambaan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Ikhtiar mengupayakan harmoni masyarakat di antaranya dapat dilakukan di tempat ibadah, dalam hal ini masjid. Masjid menjadi tempat tujuan yang sangat strategis, untuk membangun harmoni masyarakat. Karena masjid setidaknya didatangi lima kali dalam sehari oleh kaum Muslimin.

Saling senyum, sapa, dan salam, dalam rentang waktu satu hari yang bisa bertemu lima kali, sungguh merupakan sesuatu yang sulit untuk diwujudkan, jika tidak benar-benar memiliki komitmen untuk menegakkan shalat berjamaah di masjid.

Sehingga masjid benar-benar menjadi miniatur masyarakat harmoni. Meraih masyarakat harmoni melalui masjid, adalah sesuatu yang sangat mungkin dapat dilakukan. Kebersamaan dalam rapatnya shaf shalat berjamaah menjadi salah satu indikator.

Masjid juga menjadi pusat kajian atau taklim, yang mempertemukan kaum Muslimin untuk saling berbagi ilmu dan mendiskusikan banyak hal untuk kebaikan kehidupan di dunia, bahkan kelak nanti ketika di akhirat. Majelis Taklim yang diselenggarakan masjid memungkinkan berkumpulnya banyak orang, untuk saling berbagi dalam menjalankan ibadah terutama menuntut ilmu.

Mengingat masjid memungkinkan sebagai tempat untuk meraih harmoni masyarakat, maka masjid menjadi simbol yang akan mempererat persatuan masyarakat, setidaknya ketika mereka bersama-sama menjalankan ibadah secara ritual, untuk diaktualisasikan di dalam ibadah sosial, ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat. Silaturahmi yang terjalin di masjid yang mengumpulkan banyak orang, sudah barang pasti akan menghadirkan kebersamaan di antara mereka.

Keutamaan Silaturrahim
Silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, “silah” yang berarti hubungan, dan “rahim” yang berarti kasih sayang. Dalam konteks Islam, silaturahmi mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat. Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi, baik dalam Alquran maupun hadits Nabi Muhammad SAW.

Silaturahmi adalah mempererat tali persahabatan yang sering dilakukan, terutama bagi umat Islam saat sedang melaksanakan hari raya, seperti pada Idul Fitri dan Idul Adha.

Silaturahmi juga menjadi salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah hadits bahkan Rasulullah menyebutkan, bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir. Dengan begitu, ternyata banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan.

Silaturahmi menurut Syariah, juga merupakan praktik utama. Karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus. Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, ‘Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus‘. (HR Bukhari).

Dalam rangka membangun silaturahmi di lingkungan jamaah masjid, maka Masjid Darussalam yang terletak di Perumahan Plamongan Indah, Pedurungan, Semarang, mengadakan pengajian Ahad pagi, dengan Ustadz Dr H Muhammad Anieq Lc MSI, dan diakhiri dengan kegiatan makan bersama, dalam rangka menjalin silaturahmi dan meraih harmoni antarjamaah masjid.

Dr H Nuridin, SAg MPd (Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unissula) & Dr Hj Ira Alia Maerani SH MH (Dosen Fakultas Hukum Unissula) —