blank
Bupati Setyo Sukarno (membungkuk) menandatangani persetujuan terhadap Raperda RPJMD bersama Pimpinan DPRD Sriyono, Sugeng Achmady, Krisyanto dan Suryo Suminto (keempat, ketiga, kedua dan kesatu dari kanan) serta Wakil Bupati Imron Rizkyano (kedua dari kiri).(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Perlu mengembangkan sektor ekonomi kreatif, sebagai salah satu pilar utama menciptakan ekonomi baru daerah. Untuk melakukannya, perlu keberanian melaksanakan transformasi struktural, yang menyentuh langsung akar persoalan ekonomi rakyat.

Pendapat tersebut, Senin (30/6/25), disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Wonogiri, Yadi, saat menyampaikan sikap akhir fraksinya di rapat paripurna Dewan. Rapat paripurna dihadiri 41 dari 50 anggota Dewan, dipimpin Ketua DPRD Sriyono bersama Wakil Ketua Sugeng Achmady, Krisyanto dan Suryo Suminto, dengan didampingi Sekretaris Dewan Edhy Trihadiyantho.

Rapat paripurna DPRD, dapat menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonogiri 2025-2029, untuk dievaluasi Gubernur Jawa Tengah.

Persetujuan DPRD, ditandai dengan penandatanganan bersama yang dilakukan Pimpinan Dewan bersama Bupati Setyo Sukanro dan Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Ikut hadir Sekda FX Pranata bersama para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Jalannya rapat paripurna, diawali dengan penyampaian laporan Panitia Khusus-1, diteruskan dengan penyampaian sikap akhir fraksi. Yang masing-masing disampaikan oleh Jati Waluyo dari Fraksi Gerindra Plus PAN, Susanto (Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat), Yadi (Fraksi PDI Perjuangan), Widiyatno (Fraksi Partai Golkar) dan Nyamik Saptati (Fraksi PKS). Mereka menyampaikan sikap akhir disertai dengan masukan, sarana dan pendapat.

Juru bicara Fraksi Partai Gerindra Plus PAN, Jati Waluyo, minta, agar dalam penjabaran RPJMD nanti, setiap OPD membuat rencana strategis dan fokus serta mempertajam program unggulan untuk diemplementasikan. RPJMD dapat jadi pedoman kebijakan pembangunan daerah yang tepat, efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat Wonogiri.

Merata

Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat (koalisi PKB dan Partai Demokrat), Susanto, minta agar pembangunan tidak terpusat di wilayah tertentu saja, tapi harus merata menjangkau seluruh pelosok desa hingga perbatasan. ”Tidak hanya berorientasi pisik, tapi juga menumbuhkan identitas, budaya dan kearifan lokal, sebagai kekuatan ekonomi daerah yang maju dan sejahtera,” tegas Susanto.

blank
Juru bicara Fraksi Partai Golkar Widiyatno (berdiri kiri), menyampaikan sikap akhir fraksi pada rapat paripurna DPRD membahas Raperda RPJMD 2025-2029.(SB/Bambang Pur)


Yadi sebagai Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, minta agar ekskutif dalam menciptakan ekonomi baru, butuh keberanian melakukan transformasi struktural yang menyentuh langsung akar persoalan ekonomi rakyat. Yadi, minta, agar pembangunan daerah tidak hanya tumbuh, tapi juga berkeadilan dan merata, berpijak pada prinsip keadilan sosial, pemerataan dan berpihak terhadap masyarakat miskin.

Terkait dengan pemanfaat Sumber Daya Alam (SDA), Fraksi PDI Perjuangan minta tidak boleh semata-mata berorientasi pada manfaat ekonomi jangka pendek. ”Tapi harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keadilan ekologis, mampu menjamin kelestarian lingkungan dan menjaga kesimbangan ekosistem, demi generasi yang akan datang,” tegas Yadi.

Widiyatno dari Fraksi Partai Golkar, menekankan dalam RPJMD perlu penyajian data yang teliti dan akuntabel, kongkrit dan autentik. Juga minta agar setiap tahun dilakukan evaluasi, sehingga target dan capaian dapat diketahui secara jelas.

Untuk memaksimalkan hasil program, tandas Juru Bicara Fraksi PKS, Nyamik Saptati, perlu mengedepankan perencanaan yang berbasis data akurat, terukur dan real time. Perlu membuka ruang partisipasi melalui Musrenvang tematik, forum konsultasi publik dan kemitraan strategis dengan pelaku usaha. Juga membuka peluang pendanaan non-APBD, agar menambah daya ungkit terhadap program prioritas.

Fraksi PKS, mengusulkan agar Pemda memperkuat sektor pertanian, kehutanan, perikanan, melalui peningkatan infrastruktur berbasis teknologi tepat guna serta kemitraan pemasaran. Sikap akhir Fraksi PKS ditutup dengan menyampaikan pantun: Jalan-jalan ke Waduk Gajahmungkur, Angin sejuk menyapa raga, Rencana pembangunan sudah terukur, Semoga rakyat merasakan sejahtera.(Bambang Pur)