blank
Penyaluran zakat melalui program "Wonosobo Sehat" oleh Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto. Foto : SB/dok Humas Baznas

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyoroti pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo.

“Dari total 7.707 ASN, baru 3.832 orang atau sekitar 50 persen yang menunaikan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Wonosobo. Ini tentu perlu terus digenjot agar ASN yang sadar berzakat lebih banyak lagi,” tegasnya saat penyerahan penghargaan “Baznas Award 2025” di halaman Pendopo Bupati Wonosobo.

Penghargaan Baznas Award diberikan untuk kategori Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan penyetor zakat perorangan.

“Ini menjadi catatan serius. Zakat adalah kewajiban syar’i sekaligus instrumen strategis pembangunan sosial. Potensi zakat ASN sangat besar bila dikelola secara kolektif dan terarah. Sangat membantu untuk pengentasan kemiskinan yang ada di daerah ini,” tandas Bupati Afif.

Dia mengapresiasi pimpinan OPD dan ASN yang telah menunaikan zakat melalui Baznas dan menekankan agar kepemimpinan tersebut bisa menjadi teladan. Semakin banyak ASN yang berzakat, maka semakin banyak dana zakat yang terkumpul di Baznas Wonosobo.

Afif juga berpesan kepada Baznas Wonosobo agar selalu menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pendistribusian zakat.

Pihak juga menyerukan kepada seluruh kepala OPD untuk lebih proaktif mendorong ASN di lingkungan masing-masing agar menyalurkan zakat melalui Baznas. Mengingat zakat bukan hanya kewajiban sosial, tapi juga perintah langsung dari Allah SWT.

blank
Penyaluran zakat melalui program “Wonosobo Sehat” oleh Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto. Foto : Humas Baznas

“Dengan menyalurkan zakat melalui Baznas, kita tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga ikut membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Dana zakat yang diberikan pasti akan disalurkan pada orang yang berhak menerimanya,” ujar dia.

Penerima Penghargaan

Ketua Baznas Wonosobo Priyo Purwanto melaporkan penerima Baznas Award untuk kategori muzaki perorangan teraktif diberikan kepada Hari Eko Prasetyo. Muzaki perorangan dengan setoran terbanyak dr H AI Suratman, SpOG.

“Sedangkan muzaki perorangan zakat mal usaha Suprayitno Budianto. Kategori UPZ OPD dengan tertib pelaporan pentasharufan RSUD KRT Soetjonegoro. Muzaki terbanyak yakni Kantor Kementerian Agama Wonosobo,” terangnya.

Adapun OPD kategori tertib pelaporan pengumpulan zakat, lanjut Priyo, yakni Kantor BPPKAD. OPD teraktif mengkampanyekan zakat Dinas Kominfo. OPD teraktif berzakat diberikan kepada Disparbud dan Dinas PPKBPPPA Wonosobo.

“Kategori BUMD untuk setoran terbanyak diberikan kepada Perumda Air Minum Tirta Aji. BUMD teraktif berzakat PT Global Dharma Asri (GDA). Kategori Korwil untuk aktif edukasi zakat diberikan Korwil Disdikpora Kecamatan Garung,” paparnya.

Dilaporkan Priyo, pengumpulan terbanyak diberikan kepada Korwil Disdikpora Kecamatan Watumalang. Kategori sekolah untuk UPZ muzaki terbanyak dan pengumpulan zakat terbanyak dari zakat gaji diberikan kepada SMP Negeri 1 Mojotengah.

“UPZ pengumpul terbanyak dari gaji dan TPG SMP Negeri 1 Kalikajar. Selamat dan sukses kepada OPD maupun perorangan yang telah aktif berzakat melalui Baznas Wonosobo. Terima kasih atas partisipasinya, zakat yang diberikan telah disalurkan kepada orang berhak menerima nya,” tegas dia.

Priyo juga melaporkan bahwa penyaluran manfaat zakat bisa melalui dua program, yakni program “Wonosobo Sehat” dan program “Wonosobo Makmur dan Sejahtera”. Dua program tersebut diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Wonosobo.

“Program Wonosobo Sehat diwujudkan melalui bantuan transportasi untuk berobat sebesar Rp 19,5 juta diberikan kepada 32 mustahik. Sedangkan program Wonosobo Makmur Sejahtera disalurkan melalui bantuan ekonomi produktif senilai Rp 65 juta untuk memberdayakan usaha ekonomi penerima zakat,” tandasnya.
Muharno Zarka