blank
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (baju putih berpeci hitam) menyalami para jemaah haji yang telah tiba kembali di Tanah Air, setelah menjalani ibadah ke Tanah Suci.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, kedatangan para jemaah haji 1446 H (2025 M), disambut langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan istri beserta sejumlah pejabat lainnya.

Seorang jemaah haji asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, disebutkan meninggal di Tanah Suci. Kemudian seorang lagi yang jadwal kepulangannya ditunda, karena masih dalam perawatan medis terkait dengan sakit yang dideritanya.

Penyambutan para jemaah haji dari Tanah Suci itu, digelar Minggu (29/6/25) di Pendapa Kabupaten. Ikut hadir dala penyambutan jemaah haji ini, jajaran Forkopimda, Sekda Pacitan Heru Wiwoho Supadi Putra dan jajaran pejabat Sekretariat Pemkab Pacitan, serta sanak keluarga para jemaah.

Suasana penuh haru dan bahagia, mewarnai acara penyambuta para jemaah haji. Satu persatu jemaah turun dari bus, disambut jabat tangan oleh Bupati beserta jajaran dan pihak keluarga yang sudah menunggu dari pagi.

“Semoga Bapak Ibu semua menjadi hajah dan haji yang mabrur dan kembali ke lingkungan masyarakat menjadi contoh panutan dalam kerukunan bermasyarakat dan beragama,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan memastikan, jemaah haji yang pulang ke tanah air sebanyak
201 jamaah. Seorang jemaah atas nama H. Misdiyanto asal Kelurahan Baleharjo terpaksa tunda kepulangan, karena alasan kesehatan. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit Madinah.

Sedangkan seorang jemaah haji dari Kabupaten Pacitan, meninggal dunia di Tanah Suci. Yang bersangkutan bernama Hajah Suminarsih binti Karto Sentono asal Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.(Bambang Pur)