blank
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani bersama Forkompimda dan tokoh lintas agama di Gedung Tribrata, Kamis 26/6.(Foto::SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kebumen menggelar doa lintas agama yang berlangsung khidmat di Gedung Tribrata Mapolres, Kamis (26/6).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani serta sejumlah pejabat dan tokoh penting Kabupaten Kebumen. Di antaranya Ketua DPRD Kebumen Saman, Dandim 0709 Kebumen diwakili Kapten Cba Amroni, Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen, Ketua Pengadilan Negeri Kebumen.

Selai itu hadir Ketua MUI KH Nursodiq, FKUB, para pejabat utama Polres, para Kapolsek, Kasatpol PP, Ketua Disperkimhub, serta tokoh-tokoh gama dari enam keyakinan berbeda, ketua ormas, dan pimpinan perguruan silat se-Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-79. Ia berharap doa yang dipanjatkan dari berbagai pemuka agama ini menjadi sumber keberkahan bagi seluruh personel Polri serta masyarakat Kebumen secara luas.

blank
Para tokoh agama berdoa pada acara Doa Lintas Agama menyambut Hari Bhayangkara di Mapolres Kebumen Kamis, (Foto:SB/Humas Polres)

“Doa lintas agama ini menjadi semangat bagi kami dalam menciptakan kondusifitas di Kabupaten Kebumen. Kami berterima kasih atas kolaborasi yang terus terjalin dengan para tokoh agama, masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan,”ujar AKBP Eka Baasith di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen.

Kapolres menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.“Ini adalah langkah awal untuk memperkuat kohesi sosial, agar tidak ada kelompok atau elemen yang berpotensi menimbulkan konflik,”imbuhnya.

Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata kerukunan umat beragama di Kebumen. Ia menyebut doa lintas agama bukan hanya menjadi simbol, tetapi mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Momentum ini menjadi refleksi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian. Rasa aman dan damai adalah tanggung jawab bersama,”ujar Lilis.

Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antarinstansi, termasuk dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama, agar solusi terhadap persoalan sosial dapat ditemukan dengan mudah dan tepat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh masing-masing pemuka agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan Konghucu.

Suasana penuh khidmat menyelimuti jalannya kegiatan, sebagai cerminan kuatnya nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

Komper Wardopo