Oleh: Hisyam Zamroni
Tahun baru Muharram adalah momen mengevaluasi masa lalu dan merencanakan strategi masa depan. Tahun Baru Muharram bukan sekedar dimaknai “hijrah fisik”, lebih dari itu adalah harus kita maknai menjadi “hijrah mindset” yaitu transformasi visi, misi, pola pikir dan laku dalam upaya merekonstruksi tatanan sosial, budaya, ilmu pengetahuan, politik dan membuat strategi yang “apik” dalam membangun dan mengembangkan berkehidupan yang religius, berkarakter, berkebudayan dan berekonomi yang mandiri dan maju.
Dari sana lah makna “hijrah” menjadi “mu’rob” yaitu dinamis bukan “mabni” yaitu statis, tidak negatif tapi positif, dan tidak lemah tapi tangguh dan mandiri. Pertanyaannya adalah bagaimana strateginya agar Tahun Baru Muharram mampu merubah “mindset” kita?
Hijrah Kekinian
Simbol simbol memperingati Tahun Baru Muharram telah menjadi “laku kolektif” masyarakat dengan beragam acara seperti melaksanakan doa bersama, pawai, pengajian dan lain sebagainya yang menjadi modal dasar inheren mindset masyarakat bahwa memperingati Tahun Baru adalah “penting” dan sudah “membudaya”.
Dari “laku kolektif” tersebut akan menjadi modal dasar untuk lebih mudah “menggerakkan” dan menggeser mindset dari mindset “seremoni laku kolektif” menjadi mindset “laku responsif” dalam menciptakan strategi baru baik dalam hal; interaksi sosial baru yang positif, budaya baru yang komunikatif, semangat menumbuhkan ilmu pengetahuan dan peningkatan ekonomi baru yang kreatif dan produktif, sehingga Tahun Baru Muharram memberi “semangat dan harapan baru” dalam membangun dan menciptakan tatanan kehidupan kekinian yang religius, cerdas, unggul, makmur, sejahtera berbudaya dan maju.
Dari narasi diatas, Tahun Baru Muharram akan menjadi lebih bersifat responsif dan implementatif manakala Tahun Baru Muharram berubah menjadi moment menambah dan menciptakan strategi baru berupa “hijrah mindset” yaitu hijrah tranformatif produktif baik pola pikir, visi, misi dan laku dalam mensikapi realitas agar tradisi yang ada tetap ada dan lestari, sedangkan tradisi tradisi baru yang produktif dapat dan harus diciptakan sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman yang sekarang ini kita hadapi.
Selamat Tahun Baru Muharram 1447 H
Penulis adalah Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara













