blank
Talkshow bertajuk ‘Alumni Sharing Session: Preparing for Career Success since Becoming a Student University’, hadir sebagai pembicara yaitu Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, EVP PT PLN Transmisi Sumatera, Jawa, Madura dan Bali, Tejo Wihardiyono, serta CEO and Owner PT Naruna Ceramic, Naruna Space, and PT Gyant Kreatif Indonesia, Roy Wibisono Anang Prabowo.. Foto: Humas UNDIP

Dalam materinya berjudul ‘Peluang Kerja di Luar Negeri’ dirinya menjelaskan tips dan prosedur bekerja di luar negeri. KP2MI pada saat ini memiliki koneksi untuk mempekerjakan TKI di 100 negara secara aman, pada berbagai sektor domestik dan profesional.

“Yang pertama perhatikan kualifikasi, lalu skills sesuai bidang yang ingin dilamar. Untuk mahasiswa dan alumni UNDIP bisa konsultasi ke UNDIP Migrant Center setelah diresmikan besok Kamis. Di sini bisa juga mengambil pelatihan dan sertifikasi bahasa. Perhatikan negara yang ingin kita tuju dan yakinlah dalam mengambil peluang kerja di luar negeri untuk mendapat international experience,” katanya.

Pembicara ketiga, Roy Wibisono Anang Prabowo, yang juga merupakan alumni FSM UNDIP yang sukses menjadi entrepreneur di sektor produksi keramik. Dalam materi diskusinya bertajuk ‘Menyiapkan Rencana Karir Sejak Mahasiswa’ dirinya menguatkan semangat peserta untuk mempersiapkan rencana karir dan kehidupan bahkan sejak di bangku kuliah.

“Perjalanan nyata dimulai dari setelah kelulusan. Di manapun Anda berada, kesuksesan ada di tangan Anda. Maju terus, UNDIP dan Indonesia,” pesannya.

Selain talk show, pojok Layanan Konseling Karier UGCE 2025 yang bekerja sama dengan tim Fakultas Psikologi UNDIP juga ramai dipadati pengunjung.

Dalam wawancara bersama tim Komunikasi Publik UNDIP, dosen Fakultas Psikologi UNDIP, Dr. Dian Veronika Sakti Kaloeti, menyampaikan bahwa meskipun ini adalah kali pertama UNDIP dalam menyediakan Layanan Konseling Karir, sudah banyak peserta yang mengantri untuk layanan coaching.

“Dari alumni yang datang banyak masukan bahwa diskusi seperti ini sangat diperlukan. Para lulusan butuh link and match antara minat, bakat dan posisi yang akan dilamar. Kita bahas bersama apa saja yang sudah dilakukan, apa yang direncanakan, dan apakah portofolio sudah setara dengan industri yang diinginkan, dari saat magang sampai bekerja. Pencari kerja butuh diskusi yang sifatnya konkret agar tidak struggling di luar sana,” jelas Dr. Dian Veronika.

Hery Priyono