blank
Salah satu mahasiswa USM saat memberikan gambaran efek tentang kenakalan remaja. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Aparat Kelurahan Kalicari bersama mahasiswa Universitas Semarang (USM), yang tengah menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal, mengadakan sosialisasi bertema ‘Dampak Media Sosial dan Kenakalan Remaja & Reorganisasi’, di Balai Desa Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (13/6/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital di kalangan remaja, serta memperkuat struktur kelembagaan desa melalui proses reorganisasi.

Lurah Kalicari, Li Setia Budi SIP MM pun, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan edukasi berbasis lokal.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Ikuti Jalan Sehat Dies Natalis Ke-38 USM, Doorprize Motor Genio

”Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap terhadap perubahan sosial,” katanya.

Dalam kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa USM, yang sedang mengikuti MBKM Internal di Kelurahan Kalicari. Para mahasiswa berperan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi jalannya kegiatan bersama perangkat desa.

Salah satu mahasiswa USM, Adellya Marsyanda, dalam paparannya menyampaikan materi tentang dampak negatif media sosial, terhadap kesehatan mental dan relasi sosial. Khususnya di kalangan remaja. Dia mengingatkan, pentingnya kesadaran dalam penggunaan media digital di era serba cepat ini.

BACA JUGA: Jalan Sehat Dies Natalis Ke-38, Rektor: USM Unggul Berkat Kerja Keras Seluruh Civitas Akademika

Mahasiswa USM lainnya, Erlangga Bayu Febrian, yang merupakan Duta Genre 2022 Kota Pekalongan, menggambarkan mengenai persoalan kenakalan remaja dan strategi pencegahannya. Dia mendorong peran aktif keluarga dan komunitas, dalam mengarahkan remaja pada kegiatan positif.

Sementara itu, Ketua MBKM Internal Kelurahan Kalicari, Panji Utomo berharap, kehadiran mahasiswa USM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya para generasi muda.

”Saya berharap, mahasiswa yang menjalani program MBKM Internal di Kelurahan Kalicari, dapat memberikan dampak positif bagi warga, terutama remaja Karang Taruna Kalicari, agar dapat memahami dampak negatif dari media sosial,” ujarnya.

BACA JUGA: Tim PKM USM Adakan Pendampingan Pemasangan Lubang Biopori

Dalam kesempatan itu, pihak kelurahan memasilitasi diskusi mengenai reorganisasi karang taruna, yang difokuskan pada pembentukan panitia baru, dan penguatan koordinasi internal.

Kegiatan diikuti 70 peserta, terdiri dari warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, karang taruna, dan mahasiswa. Antusiasme peserta menunjukkan edukasi sosial berbasis kolaborasi lintas sektor, menjadi kebutuhan nyata di tengah tantangan era digital.

Riyan