Oleh : Budi Prihartini
Bumi Perkemahan (Buper) Jati Cindhe benar-benar menunjukkan kesiapannya sebagai pusat wisata edukasi Kecamatan Kembang. Pada Senin (16/6-2025) pagi, Kelompok Kerja Kepala Sekolah se-Satkordik Kembang melakukan kegiatan off-road edukatif menggunakan jeep wisata.
Kegiatan dimulai dari Buper Jati Cindhe, dengan rute Pantai Mahbang – Pantai Seweru – Sentra Ikan Asap, dan kembali finish di Buper Jati Cindhe. Petualangan ini bukan sekadar perjalanan alam, tapi juga perjalanan batin yang penuh rasa syukur.
Perhentian pertama adalah Pantai Mahbang. Di sinilah peserta diajak mengenal sejarah spiritual melalui petilasan Syeh Siti Jenar dengan Pesarean Sumur Waden. “Yang menarik, terdapat sebuah sumur tua yang airnya tawar, meskipun berada sangat dekat dengan laut. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang kekaguman dari peserta

Pemandangan pantai yang luas, angin laut yang sejuk, dan suara ombak yang menenangkan, menciptakan suasana damai. Beberapa peserta tampak merenung, menikmati momen dengan syukur dan kagum pada keindahan alam yang masih alami.
Perjalanan berlanjut ke Pantai Seweru. Di sepanjang jalan, peserta disuguhi pemandangan alam yang mempesona: hutan karet yang luas, sawah hijau, dan bukit-bukit yang menjulang.
Sesampainya di Seweru, burung bangau dan camar terbang bebas di langit. Keong-keong kecil tampak merayap di kanan kiri pematang sawah. Alam terasa hidup, bebas, dan murni.

Senyum sumringah dari peserta Trip Jeep Wisata. Foto: Tim Flowpedia
Jalan off-road yang dilalui cukup menantang, namun itu justru menambah serunya perjalanan. Di tengah jalan, peserta juga melihat penyadap karet yang bekerja dengan sabar dan tekun. Pemandangan ini memberi pelajaran besar tentang semangat kerja keras dan rasa syukur.
Tujuan terakhir adalah sentra ikan asap Desa Dermolo. Di sini, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis ikan asap seperti ikan Tongkol, ikan Kakap, ikan Pari, dan lainnya. Aroma ikan asap yang menggoda membuat semua peserta tertarik mencoba dan membeli.
Selama di wilayah pesisir, peserta juga bertemu dengan warga sekitar yang sedang mencari ikan untuk konsumsi pribadi. Bukan nelayan, hanya warga biasa yang memanfaatkan hasil laut untuk kebutuhan harian. Kesederhanaan hidup masyarakat pesisir ini justru memberikan pelajaran besar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal yang sederhana.
Setelah menikmati rangkaian perjalanan, rombongan kembali ke Bumi Perkemahan Jati Cindhe. Wajah peserta tampak puas dan bahagia. Perjalanan ini bukan hanya seru dan menyenangkan, tetapi juga menyentuh hati dan membuka wawasan.
“Nikmat Tuhan mana lagi yang kita dustakan?” Itulah kalimat yang pantas menggambarkan pengalaman hari ini.
Bumi Perkemahan Jati Cindhe tak hanya menjadi tempat berkumpul, tapi kini benar-benar layak menjadi sentra wisata edukasi Kecamatan Kembang. Menyatukan alam, budaya, pembelajaran, dan nilai kehidupan dalam satu pengalaman yang tak terlupakan.
Penulis adalah Kepala SDN 5 Cepogo













