blank
Edukasi konservasi laut di SMP Kanisius Kudus oleh Seakeeper. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID)  – Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus digaungkan oleh berbagai kalangan. Salah satunya datang dari organisasi muda Seakeeper, yang pada Senin (16/6/2025) menggelar sesi edukasi bertajuk konservasi laut di SMP Kanisius Kudus, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kampanye penyelamatan laut yang dilanjutkan dengan aksi bersih pantai di Desa Teluk Awur, Jepara, pada Selasa (17/6/2025).

Seakeeper merupakan organisasi non-profit yang didirikan pada awal 2022 oleh kakak-beradik Michiko Wanandi dan Mitsuko Wanandi. Michiko menempuh pendidikan di University of California, Berkeley, sedangkan Mitsuko di Santa Catalina School, Monterey. Fokus utama organisasi ini adalah edukasi dan aksi nyata konservasi laut kepada pelajar dari jenjang SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami ingin berbagi pemahaman soal mikroplastik dan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Banyak orang belum sadar bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa merusak ekosistem laut,” kata Michiko Wanandi usai kegiatan berlangsung.

Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengenalan mikroplastik, dampaknya bagi kehidupan laut, dan potensi mikroplastik masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan.

Seakeeper sebelumnya telah menyambangi sekolah-sekolah di Bandung, Padang, dan Semarang. Menurut Michiko, perubahan harus dimulai dari generasi muda karena mereka adalah agen perubahan masa depan.

“Mengubah kebiasaan orang dewasa soal penggunaan plastik itu sulit. Tapi anak-anak bisa jadi penggerak perubahan,” lanjutnya.

Mitsuko menambahkan, riset terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik bahkan telah ditemukan dalam darah dan otak manusia.

“Masalah mikroplastik ini semakin mendesak. Mikroplastik ditemukan di air minum, darah, dan yang mengejutkan, dalam sel otak manusia,” jelasnya.

Tidak hanya belajar teori, para siswa juga akan mengikuti aksi nyata keesokan harinya dengan turun langsung membersihkan Pantai Teluk Awur, Jepara, bersama para relawan dan masyarakat lokal.

“Laut bukan hanya tempat wisata, tapi sumber kehidupan. Harapannya, semakin banyak yang peduli dan terlibat menjaga laut kita,” imbuh Mitsuko.

Kegiatan ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala SMP Kanisius Kudus, Driyono, menyebutkan bahwa momen edukatif seperti ini sejalan dengan misi sekolah dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kebetulan kegiatan ini bertepatan dengan classmeeting, jadi sangat tepat. Ini bentuk pembelajaran karakter yang kami dorong,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan ramah lingkungan, mulai dari penyediaan tempat sampah terpilah hingga kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam.

Sebanyak 80 siswa kelas 8 akan turut serta dalam aksi bersih pantai pada Selasa (17/6).

Para siswa pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Archangela Jesslyn Myrilla, siswi kelas 8A, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini.

“Bagus banget! Kita bisa mulai bersihkan plastik di pantai-pantai kecil agar laut jadi lebih bersih,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Martinus Ferdinand Depuha dari kelas 8B.

“Kami jadi tahu bahaya plastik bagi ikan sampai ke manusia. Ternyata sangat merusak,” ungkapnya.

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Seakeeper berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Aksi bersih pantai di Jepara menjadi langkah nyata dari semangat pelestarian laut yang mereka tanamkan di dalam kelas.

Ali Bustomi