blank
Relawan BPBD Wonosobo langsung mendatangi TKP usai mendapat kabar ada musibah angin ribut. Foto : SB/Muharno Zarka

 

 

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Hujan deras disertai angin ribut menerjang Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 13.45 WIB.

 

Akibat kejadian tersebut sebanyak 15 rumah dilaporkan rusak, empat di antaranya mengalami kerusakan parah. Rata-rata rumah yang rusak atapnya berantakan karena tersapu angin ribut.

 

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo Dudi Wardoyo, Minggu (15/6/2025), melaporkan tercatat 4 rumah dengan kerusakan terparah adalah milik warga bernama Zainal Arifin, Sujadi, Mahyono, dan Maryoso.

“Sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang pada bagian atap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun total kerugian diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” katanya.

 

Kepala Desa Kwadungan, Bagiyo, mengatakan bahwa penanganan langsung dilakukan sore hari kemarin setelah kejadian. Relawan bersama warga bergerak cepat membantu proses perbaikan rumah-rumah yang rusak.

 

Lakukan Perbaikan

 

“Kami sudah melakukan perbaikan, khususnya untuk rumah yang kerusakannya cukup parah. Sudah dibelanjakan 150 lembar seng, kayu, dan paku. Relawan bersama warga bahu-membahu melakukan perbaikan,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, proses perbaikan akan dilanjutkan pada Minggu pagi (15/6) ini untuk menyelesaikan rumah-rumah yang belum tertangani sepenuhnya. Bantuan logistik dan bahan bangunan juga terus didatangkan secara bertahap.

 

Saat ini, para korban yang terdampak angin ribut sementara ditampung di rumah kerabat terdekat. Pemerintah desa juga terus melakukan pendataan lanjutan serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD Wonosobo.

 

Musibah angin ribut ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan ini di wilayah pegunungan tengah Jawa.

 

Pihak desa mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bencana susulan. Kondisi geografis Desa Kwadungan yang berada di lereng Gunung Sumbing memang rawan terjadi musibah angin ribut.

 

Muharno Zarka