
Melalui prinsip Sinergis, sivitas akademika UKSW diajak untuk membangun kerja sama lintas unit secara berkelanjutan. Nilai Patuh mencerminkan kepatuhan terhadap firman Tuhan dan juga komitmen terhadap peraturan dan etika institusi. Harmonis mengedepankan keharmonisan relasi dalam keberagaman.
Teladan mendorong setiap pribadi menjadi panutan dalam tindakan dan meneladani Kristus sebagai pemilik UKSW, dan akhirnya menjadi teladan bagi warga Kampus. Sebagai kampus Kristen, maka integritas menuntut kejujuran serta konsistensi dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Aspirasi dan usulan-usulan perbaikan infrastruktur yang disampaikan berbagai fakultas, seperti fasilitas internet, computer, pemutakhiran laboratorium direspon positif oleh Rektor Intiyas. Komunikasi akan diintensifkan agar permasalahan yang dirasakan dapat segera mendapat solusi yang konkrit.
Tuduhan bahwa Rektor otoriter dengan pemberhentian pejabat di lingkungan Fakultas Hukum, telah dijelaskan di open forum tanggal 16 Mei 2025 dan akan dilanjutkan dengan percakapan pastoralia yang dipandu oleh Pembina YPTKSW.
Pakta integritas Satu Hati bukan untuk mengekang kebebasan bersuara, namun justru untuk memperkuat kesadaran bahwa UKSW adalah kampus yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai Kristiani. UKSW berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, mendengar suara warganya, dan berjalan bersama dalam terang iman, akal sehat, dan kasih yang membebaskan. Sejalan dengan semangat “takut akan Tuhan”, universitas ini ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mencerminkan hikmat, keadilan, dan penghormatan terhadap kebebasan akademik yang bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UKSW, di tengah-tengah berbagai demonstrasi yang dilakukan, tidak menutup diri dari dialog. Dalam kesediaan menampung berbagai suara, UKSW ingin memberi ruang bagi proses pertumbuhan budaya komunikasi yang terbuka.
Para pembina berpesan agar dialog dikerjakan dalam suasana gerejawi yang menjunjung tinggi nilai kekristenan dan semangat persaudaraan. Menyambut hal ini pimpinan UKSW yang memang sejak semula siap mengembangkan komunikasi yang terbuka dan evaluatif menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan komunitas akademik yang bernilai dan berakar pada kesadaran untuk menyegani Tuhan yang diwujudkan dalam karya yang bertanggungjawab, menjunjung integritas diri dalam kasih, dan bekerja demi kebaikan bersama.
Pada bagian akhir dialog, para pembina memberikan pesan-pesan pastoral dan reflektif agar semua pihak mawas diri, mengembangkan komunitas dalam semangat dialog, sembari tetap menjalankan tugas, tanggung jawab, panggilan dan pelayanan masing-masing di kampus tercinta.
Ning S













