KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mengunjungi rumah dua orang calon siswa (Casis) sekolah rakyat yang ada di Kabupaten Magelang, Rabu (4 Juni 2025). Ada dua sekolah rakyat di daerah tersebut.
Saat Wamensos berkunjung ke rumah Casis Anisa Dwi Pangestu (16) di Dusun Ringinanom, Kecamatan Tempuran, terungkap anak itu lulus SMP 2 Tempuran tahun ini. Pada kesempatan itu Wamensos menjelaskan, di Magelang ada dua sekolah rakyat, yakni di Antasena dan Tegalrejo. Anak tersebut akan masuk ke Antasena.
Calon siswa bernama Anisa itu, punya cita-cita sebagai guru.
Bapaknya bekerja sebagai pengumpul rongsok. Dengan penghasilan sekitar Rp 1,5 juta/bulan.
“Harus mencukupi kebutuhan empat anaknya. Tetapi salah satunya sudah bekerja, yang tiga masih sekolah,” tutur Wamensos.
Wamensos menambahkan, pemerintah memberikan solusi bagi anak keluarga yang kurang mampu. Itu sesuai harapan Presiden untuk memotong kemiskinan. “Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah,” katanya.
Presiden juga ingin memuliakan orang- orang yang kurang mampu, agar anaknya bisa melanjutkan sekolah. Maka, negara harus memfasilitasi apa yang diperlukan warga kurang mampu.
Dijelaskan, sekolah tersebut pada awal Juli sudah mempersiapkan kurikulum, guru, kepala sekolah, sarana prasarana, dan seragam. Minggu kedua bulan Januari sudah membuka tahun ajaran baru.
Mendorong
Bupati Grengseng Pamuji dalam kesempatan itu menyatakan mendorong program tersebut. Antara lain untuk menopang program pengentasan kemiskinan.
Data riilnya, Anisa akan masuk sekolah di Sentra Antasena
Jalan Raya Magelang – Purworejo Km 14, Desa Sidomulyo, Salaman, Kabupaten Magelang. Selain itu Ely Nur Laela warga
Jogomulyo, Tempuran.
Ibunya Anisa, Siti Kusriyatun menjelaskan, tadinya kebingungan akan menyekolahkan anaknya di mana. Anak kedua pasangan
Heriyanto – Siti Kusriyatun itu sampai akhir April belum mendaftar sekolah. “Pada suatu hari saat saya menjemput sekolah, saya ditanya anak saya mendaftar di mana,” tuturnya.
Dalam perkembangannya dia melihat di handphone miliknya ada informasi tentang sekolah gratis di Antasena. Lalu dia
menghubungi guru BK sekolah. Kemudian dia menghubungi
pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan selanjutnya didaftarkan ke sekolah rakyat.
“Saya mendaftar tanggal 28 April,
padaha penutupan 30 April,” tutur wanita yang kesehariannya berjualan jajanan di depan rumahnya itu.
Selain akan difasilitasi masuk sekolah rakyat, keluarga Anisa juga diberi bantuan berupa
lemari, rak pakaian,beras, minyak, kacang ijo, mi, telur, biskuit,
abon, teh, sabun cuci piring dan sabun cuci baju. Kecuali itu susu,
madu, kecap, sarden,
perlengkapan kebersihan diri.
Eko Priyono













