blank
Mahasiswa Undip tengah melakukan wawancara dengan warga binaan Lapas Semarang. Foto: Dok/Lapas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menerima kunjungan penelitian dari dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Kunjungan yang dipusatkan di Unit Kerja Rotan tersebut merupakan bagian dari kegiatan lapangan untuk pemenuhan tugas mata kuliah penologi. Mereka adalah dosen pengampu dan 23 mahasiswa.

Kepala Bagian Tata Usaha, Mardiati Ningsih mewakili Kepala Lapas Kelas I Semarang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Undip menjadikan Lapas Semarang sebagai lokasi riset akademik.

“Kami mendukung penuh kegiatan penelitian dan wawancara, yang diharapkan bisa menambah referensi dan ilmu bagi para mahasiswa,” ujar Mardiati, baru-baru ini.

Menurutnya, Undip sudah menjadi mitra strategis Lapas Semarang dalam bidang pendidikan dan penelitian. Hubungan kemitraan ini dinilai sangat penting dalam mendukung proses pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum pemasyarakatan.

Sementara Dosen Pengampu mata kuliah Penologi, Nur Rochaeti menjelaskan, kunjungan lapangan dilaksanakan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung penerapan teori-teori penologi yang selama ini mereka pelajari di ruang kelas.

“Di sini para mahasiswa diuji pengetahuannya tentang teori-teori penologi yang didapat di dalam kelas. Diharapkan para mahasiswa bisa mengaplikasikan langsung ilmu yang sudah didapat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu para mahasiswa melakukan sesi wawancara langsung dengan sepuluh warga binaan. Wawancara ini difokuskan untuk menggali informasi terkait pola pembinaan, sistem kerja, fasilitas, serta dinamika kehidupan di dalam Lapas Kelas I Semarang.

Mereka (mahasiswa) juga diajak berkeliling untuk mengenal layanan dan sarana pembinaan yang tersedia, mulai dari Klinik Pratama, dapur Lapas, hingga berbagai unit kerja pembinaan kemandirian seperti kerajinan rotan, batik, bakery dan lainnya.

Diharapkan kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa dalam memahami konsep dasar penologi, ilmu yang mempelajari teori, kebijakan, dan praktik pemasyarakatan.

Interaksi langsung dengan warga binaan menjadi sarana penting dalam membentuk perspektif kritis dan empati mahasiswa terhadap sistem pemidanaan dan pembinaan warga binaan di Indonesia.

Ning S