blank
Suhartono dan pengiring Gunungan RW 6 Tendoksari, Tahunan. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) — Di tengah meningkatnya ketegangan global terkait proteksi pangan antarnegara, masyarakat Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, justru menunjukkan kekuatan pangan lokal mereka. Melalui Kirab Gunungan Sedekah Bumi yang digelar Sabtu 24 Mei 20325, delapan RW se-Desa Tahunan menampilkan gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dari tanah mereka.

Acara kirab berlangsung semarak. Warga desa dan pengunjung tumpah ruah memadati jalur arak-arakan. Gunungan yang diangkat masing-masing RW menjadi representasi hasil tani dan perkebunan setempat. Namun perhatian khusus tertuju pada gunungan RW 06, Tendoksari, yang tidak hanya memamerkan hasil bumi, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang ketahanan pangan nasional.

RW 06 mengambil langkah berbeda. Gunungan mereka tidak dihias dengan hasil beli dari pasar, tetapi dikumpulkan dari panen warganya sendiri. Ketua RW 06, Suhartono, menyampaikan bahwa tiap RT menyumbangkan hasil tani yang berasal dari lahan warga, seperti padi milik Ibu Murti, kacang tanah hasil panen Ibu Keswati, serta kelapa dari kebun Pak Ratimin di RT 04.

blank
Ketua RW 6 Desa Tahunan, Suhartono betrsama mengiring kirab gunungan. Foto: Dok

Menariknya, warga RW 06 juga sukses membudidayakan buah-buahan impor. Di antaranya adalah anggur jenis Transfiguration yang bibitnya berasal dari Ukraina serta Beach Cherry dari Australia. Kedua tanaman ini dirawat oleh Ibu Ayu Ritno di RT 01 dan tumbuh subur di pekarangan rumahnya, menjadi simbol potensi luar biasa dari tanah lokal. Juga ada anggur jenis Ninel dari Jepang dan Black Sapote dari Amerika.

Kontribusi besar juga datang dari Bapak Endro yang memiliki kebun buah seluas lahan luas dan mengelola lahan wakaf Masjid Syuhada’. Di sana, ia menanam aneka buah seperti jeruk, lemon, alpukat, jambu kristal merah, dan lainnya. Bahkan, ia telah merencanakan pengembangan lokasi tersebut sebagai destinasi wisata edukatif “Petik Buah Bukit Tendoksari” dalam waktu dekat.

blank
Tampilkan hasil buah kebuh warga, gunungan RW 6 Tendoksari jadi sorotan warga Tahunan. Foto: Dok

Tidak hanya itu, hasil kebun warga lainnya turut meramaikan gunungan. Ketela pohon dari kebun Pak Hendrik, belimbing hasil perawatan penuh kasih dari Pak Hariyanto, serta jeruk purut dari pekarangan rumah Masnur Cahyo turut memperkaya isi gunungan. Semua hasil tersebut menunjukkan keberhasilan warga dalam bertani secara mandiri.

Salah satu momen yang menyentuh adalah keberadaan pisang besar dari kebun milik almarhum Bapak Nurul Huda. Walau beliau telah tiada, tanamannya tetap berbuah dan memberi manfaat bagi warga. Ini menjadi pengingat bahwa amal kebaikan melalui bercocok tanam bisa menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Kirab ini membuktikan bahwa Desa Tahunan masih memiliki tanah yang subur dan produktif. Bahkan, tanaman dari luar negeri pun bisa tumbuh dengan baik. Jika dikelola dengan semangat gotong royong dan kesadaran menjaga alam, kedaulatan pangan bukan hanya mimpi, tetapi langkah nyata menuju kemakmuran Indonesia.

Hadepe – Suhartono