blank
Lingkungan sekolah asri dengan berbagai tanaman di halaman SMPN 1 Karangsambung, Kebumen.,(Foto:SB/Hms SMPN 1 Karangsambung)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – SMPN 1 Karangsambung Kebumen pada 2025 ini menargetkan meraih predikat Adiwiyata Nasional, setelah meyakinkan memenuhi seluruh data instrumen yang dipersyaratkan.

Beberapa program unggulan yang dilaksanakan di antaranya pembiasan budaya hidup lingkungan sekolah, membuat kincir air untuk konservasi air, penanaman seribu pohon di lingkungan sekolah maupun masyarakat, memperkuat recycle, reuse, dan reduce terhadap sampan nonorganik, serta pembuatan media tanam dan pupuk kompos.

Lokasi sekolah di bawah perbukitan dan di tepi jalan menuju kawasan BRIN Karangsambung, serta dekat area pusat Geoprak Kebumen yang telah ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark, kini tertata semakin asri, sejuk dan menghijau dengan  berbagai taman,  tanaman dan pepohonan.

Kepala Satuan Pendidkan SMPN 1 Karangsambung Sapto Wimartono ST Mkom mengungkapkan, pada dua program unggulan pertama dirasakan benar manfaatnya.

Kincir air ini berhasil menjaga kondisi air sumur tidak pernah kering, sehingga kebutuhan air baik untuk sanitasi maupun penghijauan dinilai cukup. Pohon-pohon yang ditanam, baik tanaman keras maupun buah-buahan dan bunga dimaksudkan untuk memaksimalkan fungsi lahan yang masih kosong.

“Sekolah sudah berusaha keras menanamkan perilaku hidup bersih dalam lingkungan Adiwiyata, karena itu kami pun siap jika sewaktu-waktu harus dinilai oleh tim Adiwiyata nasional.”terang Sapto Wimartono ST MKom.

blank
SMPN 1 Karangsambung, Kebumen, berada di tepi jalan menuju BRIN dan area pusat Geopark Kebumen.(Foto:SB/Hms SMPN 1 Karangsambung)

Dia menambahkan, berbagai terobosan terkait pengolahan limbah organik maupun daur ulang sampah nonorganik juga menjadi program unggulan. Langkah yang ditempuh mengolaborasikan kegiatan dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Apalagi dari lingkungan asri di SMPN 1 Karangsambung ini telah  berhasil mempertahankan predikat Adiwiyata Provinsi Jateng sejak 2018 hingga saat ini. Pihak sekolah berupaya secara maksimal mengedukasi warga sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan. Hal itu dilakukan secara periodik dan berkelanjutan.

Indra Gunawan SPd selaku Pembina Progam Adiwiyata menyatakan, setidaknya program ini menyasar pada 800 siswa warga sekolah. Ini adalah potensi strategis mewujudkan lingkungan yang sehat dan terbebas dari sampah khususnya nonorganik. Edukasi tentang budaya hidup bersih ini terus diupayakan karena setiap tahun siswa juga berganti generasi.

“Kami berharap pula siswa bisa mengimplementasikan pola hidup bersih di lingkungan keluarga maupun tempat tinggalnya. Secara tidak langsung akan dampak yang ditimbulkan akan meluas,”ucap Indra.

Sekolah juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna merealisasikan program-program yang mendukung predikat Adiwiyata. Misalnya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Lembaga-lembaga terkait.

Sekolah Literasi

Selain program Adiwiyata, SMPN 1 Karangsambung juga menggalakkan gerakan literasi. Menyadari rendahnya minat baca siswa, sekolah menambah beragam koleksi bacaan dan menjadikan sudut-sudut sekolah yang jarang disentuh sebagai pojok-pojok baca. Selain itu, gerakan membaca dan menulis bersama telah menghasilkan dua buku Kumpulan Cerita Pendek yang ditulis siswa dan guru.

Terdapat satu lokasi yang dirancang terintegrasi antara taman bunga, pojok baca, dan sentra daur ulang limbah botol-botol plastik air mineral. Ya, taman Gamalocita ini menjadi ruang terbuka hijau yang sangat nyaman untuk beragam kegiatan literasi.

Lokasinya yang berada di kompleks musala ini dibangun gazebo besar yang dikelilingi taman bunga berpagar hiasan botol-botol plastik. Di dekat tempat wudlu terdapat kolam ikan yang aliran airnya didapatkan dari bekas air limbah wudlu.

“Gamalocita adalah frasa bentukan dengan maksud adanya gagasan atau cita-cita yang hendak diwujudkan. Frasa tersebut diambil dari bahasa Jawa yang filosofinya dari ngelmu iku kalokone kanthi laku. Di taman ini diharapkan muncul banyak gagasan, banyak cita-cita yang harus diwujudkan.”imbuh Indra.

Lebih lanjut Indra menerangkan, kehadiran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen memberikan pendampingan melalui program Pemilihan Duta Literasi Sekolah dan seminar sosialisasi Geopark Kebumen adalah bukti nyata salah satu gagasan pihak sekolah diaparesiasi pihak terkait.

”Target kami sekolah ini akan meraih predikat Adiwiyata Nasional sekaligus menjadi Sekolah Literasi di Kabupaten Kebumen,”tutup Indra.

Komper Wardopo