JEPARA ( SUARABARU.ID) – Masyarakat Jepara, khususnya yang aktif di dunia sastra benar terkejut dan tentu sangat kehilangan. Sebab H. Ali Mufid yang akrab disapa Kang Alie Emje telah di jemput takdirnya Jumat 23 Mei 2025 sekitar jam 02.00 Wib. Sebelumnya ia dirawat di RSUD RA Kartini Jepara sejak Selasa. Kabarnya karena penyakit tetanus yang didederitanya.
Ali Emje di kenal sebagai sosok yang setia dan konsisten merawat sastra di Bumi Kartini sejak masih muda. Ia banyak menghasilkan karya dan juga menjadi “guru” bagi anak-anak muda yang ingin belajar menulis. Bahkan hingga kini ia sedang menggarap antologi puisi Genosida Palestina bersama 57 orang penulis lintas generasi. Diantaranya mantan bupati Jepara Hendro Martoyo yang menuliskan 3 puisi.

“Almarhum penyair yang handal, serba bisa dan kreatif di dalam segala situasi. Ia mewakili penyair tradisional yang modern yang mampu mengekspresikan pemikiran dalam karya,” ujar Hendro Martoyo yang bersahabat cukup lama dengan almarhum dan juga komunitas sastra Jepara
Kang Alide Emje Lahir di Jepara, 4 Agustus 1963 dan mendedikasikan dirinya sebagai guru SMP hingga ia purna beberapa tahun lalu. Karya karyanya acap dimuat di berbagai media cetak daerah dan Jakarta.
Puisi -puisinya terangkum di sejumlah antologi, diantaranya; Antologi Puisi Jawa Tengah, Puisi Heroik, Serayu, Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka, Muka Hitam, Blue, Jentera Terkasa, Tabur Bunga Penyair Indonesia, Konosi, Ritus (Kumpulan Cerpen), Kupu-kupu Cinta Sonya (2025)
Pelangi di Songgolangit (2004), Kesaksian Rumput, Puisi puisi Penyair Jawa Tengah. Juga Kumpulan Puisi Anak Kura-kura Terbang (cet-2, 2022), Puisi puisi SONYA (2022), RIMANG (2023), supeSEPELE (2025), dan MAJNUN (2025)
Selain puisi, juga menulis cerpen. Diantaranya cerpen yang berjudul Mawar Telanjang memenangi Lomba Cerpen Remaja Nasional 2007 diselenggarakan Japan Foundation.
Hadepe













