blank
Dua dosen FPB UKSW, Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., dan Ir. Djoko Murdono, M.S. Foto: UKSW

Baik Dr. Bistok maupun Ir. Djoko sepakat bahwa pertanian akan selalu memiliki tempat sepanjang manusia membutuhkan pangan. “Yang perlu kita dorong adalah efisiensi, penerapan teknologi tepat manfaat, dan pergeseran pola konsumsi. Tiga hal inilah yang kami usung sebagai kontribusi UKSW dalam tim akselerasi ini,” ujar Ir. Djoko menutup pernyataannya. Saat ini, kedua dosen tersebut tengah mempersiapkan materi untuk pertemuan lanjutan bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Dengan penunjukan ini, UKSW kembali meneguhkan diri dalam kontribusinya dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 tanpa kelaparan, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, SDGs ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

Ning S