GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Pantauan elevasi Sungai Lusi dari Pos Menduran menunjukkan, ketinggian air 10,10 meter, pada pukul 10.00 WIB, Kamis (22/5/2025).
Tingginya elevasi itu, membuat genangan banjir bertambah di beberapa titik di wilayah Kota Purwodadi. Di Kelurahan Purwodadi, data sebelumnya sebanyak 1.068 KK terdampak banjir, kini bertambah menjadi 1.881 KK.
Kepala Kantor Kelurahan Purwodadi, Agus Purwanto menjelaskan, sebanyak 1.881 KK yang terdampak ini, tersebar di 13 RW, Jajar, Kemasan, Jagalan Utara, Purwodadi 3, Jagalan Selatan, Jengglong Timur, Jengglong Barat, Ngabean, Kebondalem, Jetis Barat, Jetis Selatan, Dworowati, dan Banaran.
BACA JUGA: Banjir di Kota Purwodadi, 1.068 KK Terdampak Luapan Sungai Lusi
”Warga yang terdampak paling banyak di RW 23, Banaran. Ada 432 yang terdampak, karena wilayahnya dekat sungai yang alirannya berasal dari Sungai Lusi. Sementara wilayah kedua yang parah ada di RW 1, tepatnya di Jajar karena persis dekat Sungai Lusi,” ujar Agus Purwanto.
Disampaikan juga, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan tim terkait, untuk penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
”Saat ini kita fokus untuk penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak. Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. Mohon doanya, semoga banjir segera surut,” pinta Agus.
BACA JUGA: Bank Jateng Salurkan Pinjaman Rp215 Miliar untuk Percepatan Pembangunan di Blora

Sementara itu, BPBD Grobogan juga mencatat, beberapa wilayah lain di Kecamatan Purwodadi juga terdampak banjir, akibat luapan Sungai Lusi. Di antaranya Desa Karanganyar dan Desa Kedungrejo. Di Desa Karanganyar, banjir menggenangi akses jalan dan rumah warga. Sedangkan di Desa Kedungrejo, dua dusun yang terdampak, Nganggil dan Geneng.
Banjir juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, karena tersengat listrik. Ketua RW 16, Eko Agung Suryanto menerangkan, korban tinggal di Jetis Gang 2. Saat ini, korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya, di Perumahan Sambak Indah, Kota Purwodadi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Grobogan, Erry Subagyo menyatakan, delapan pintu air di Bendung Klambu telah dibuka. Kecepatan air mencapai 790 meter kubik per detik.
”Saat ini Bendung Klambu delapan pintu sudah dibuka semua,” ujar dia, saat memberikan info lewat pesan singkat via WhatsApp.
Tya Wiedya













