SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 20 guru SMA Masehi 2 PSAK Semarang, mengikuti seminar dan pelatihan peningkatan kemampuan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk administrasi dan pembelajaran. Kegiatan itu dilaksanakan di Laboratorium Ekonomi Kreatif SMA Masehi 2 PSAK, Rabu (15/5/2025).
Kegiatan itu menghadirkan empat dosen dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) sebagai narasumber. Mereka adalah Dr April Firman Daru MKom, Alauddin Maulana Hirzan MKom, Nurtriana Hidayati MKom, dan Agus Hartanto MKom.
Kepala SMA Masehi 2 PSAK, Netty Anthonetha Suatan SSi dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi para guru.
BACA JUGA: Kaprodi MH USM Luncurkan Buku Hukum Konstitusi di Indonesia
”Saya berharap, pelatihan ini mampu memperluas wawasan dan keterampilan guru-guru kami, dalam memanfaatkan teknologi, khususnya AI. Hal ini untuk menunjang tugas-tugas administrasi maupun kegiatan pembelajaran,” ujar Netty.
Pelatihan dibuka dengan materi mengenai perkembangan kecerdasan buatan, yang disampaikan Dr April Firman Daru. Dalam paparannya Firman menjelaskan, bagaimana AI telah berkembang pesat, dan mulai diadopsi di berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Adapun Nurtriana Hidayati mengulas tentang manfaat AI bagi guru dan dunia pendidikan secara umum. Dia menekankan, AI dapat membantu guru dalam menyusun rencana pembelajaran, evaluasi siswa, hingga pengelolaan data akademik secara lebih efisien.
BACA JUGA: Kisruh KONI Kudus Berakhir Damai! Ini Keputusan Mengejutkan dari KONI Jateng
”Sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik ‘Berkreasi dengan Generative AI’, yang dibawakan Alauddin Maulana Hirzan. Para guru diajak mencoba langsung berbagai platform AI generatif, yang dapat menghasilkan teks, gambar, hingga materi ajar interaktif,” katanya.
Sementara itu, Agus Hartanto menyoroti pentingnya pemahaman tentang bentuk output AI yang beragam, mulai dari teks, gambar, audio hingga video. ”Yang paling utama dalam penggunaan AI adalah, kemampuan menulis perintah (prompt) secara rinci dan tepat. Tanpa itu, hasil yang diperoleh tidak akan optimal,” ungkapnya.
Para guru pun antusias mengikuti kegiatan itu. Mereka aktif bertanya tentang cara penerapan AI dalam tugas keseharian, seperti penyusunan perangkat ajar, pembuatan soal, serta media pembelajaran yang menarik dan interaktif.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka. Para peserta membagikan pengalaman dan ide terkait pemanfaatan teknologi dalam proses mengajar. Pelatihan ini menjadi langkah awal SMA Masehi 2 PSAK, dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya di era digital saat ini.
Riyan













