blank
Para pengurus KONI Kudus berfoto bersama usai proses mediasi yang difasilitasi oleh KONI Jateng. foto: Ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah berhasil menengahi dan menyelesaikan konflik internal di tubuh KONI Kabupaten Kudus yang sempat memanas akibat keputusan Pergantian Antarwaktu (PAW) yang dilakukan oleh Ketua KONI Kudus, Sulistyanto.

Proses mediasi yang berlangsung di Kantor KONI Jateng, Semarang, pada Jumat (15/5/2025), mempertemukan dua kubu yang sempat berseteru. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan melakukan rekonsiliasi.

“Ya, benar. Sudah dilakukan rekonsiliasi,” ujar Ketua KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana, saat dikonfirmasi SuaraBaru.id melalui pesan WhatsApp.

Hal senada disampaikan oleh Sunarto, salah satu pengurus KONI Kudus yang sebelumnya terkena PAW. Ia membenarkan bahwa telah terjadi kesepakatan damai dan menyatakan bahwa proses PAW seharusnya hanya dilakukan berdasarkan hasil rapat pleno tanggal 14 April 2025.

“Berdasarkan hasil pleno tersebut, PAW hanya diberlakukan kepada tiga orang, yakni Bellinda Birton karena saat ini menjabat Wakil Bupati Kudus, Yusdi Asikin yang telah wafat, dan Saifuddin Arif yang mengundurkan diri,” jelas Sunarto.

Dengan demikian, lanjutnya, pengurus lainnya yang sebelumnya di-PAW atau dipindahkan dari jabatannya akan dikembalikan ke posisi semula.

Sunarto juga menyampaikan bahwa dalam susunan baru, ada penyesuaian pada posisi pelindung dan penasehat KONI Kudus, dengan mencantumkan nama Sam’ani Intakoris sebagai Pelindung dalam kapasitasnya sebagai Bupati Kudus.

Hasil rekonsiliasi ini membuat SK PAW yang sebelumnya diterbitkan oleh KONI Jateng akan ditinjau ulang untuk disesuaikan dengan kesepakatan yang telah dicapai.

“Keputusan ini diambil setelah KONI Jateng melakukan kajian menyeluruh terkait penyebab kisruh internal KONI Kudus. Kami juga menerima banyak masukan dari berbagai stakeholder di Kudus yang mendorong penyelesaian melalui rekonsiliasi,” kata Sunarto.

Ia berharap, Ketua KONI Kudus Sulistyanto dapat memegang teguh komitmen yang telah disepakati bersama demi soliditas organisasi ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, konflik di internal KONI Kudus mencuat setelah Ketua KONI Kudus melakukan PAW terhadap sejumlah pengurus. Delapan pengurus yang di-PAW menyatakan keberatan dan mengajukan protes ke KONI Jateng, lantaran keputusan tersebut dinilai tidak berdasar pada hasil rapat pleno.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua KONI Kudus Sulistyanto belum memberikan tanggapan dan belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan oleh redaksi, baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Ali Bustomi