JEPARA (SUARABARU.ID)- Bagi jamaah haji asal Indonesia, membawa rokok ke tanah suci adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan, terutama bagi para ‘ahli hisap’ sebutan bagi para perokok berat.
Pasalnya, sebungkus rokok di tanah Arab bisa mencapai 80 ribu untuk sebuah merk rokok yang dijual dengan harga 20 ribu di Indonesia.

Pihak penyelanggara haji telah memberi aturan tegas terkait jumlah rokok yang boleh dibawa. Bagi para jamaah haji yang kedapatan membawa rokok lebih dari 200 batang maka siap-siap rokok tersebut akan dikeluarkan dan tidak bisa masuk ke tanah Arab.
Biasanya, pemeriksaan dilakukan di Embarkasi atau di bandara. Dilansir dari laman Kemenag, batas maksimal jemaah haji bawa rokok ke Arab Saudi adalah 200 batang.
“Jangan melebihi kapasitas karena akan merepotkan jemaah dan petugas PPIH”, ujar Wakil Kepala Daerah Kerja Bandara Abdillah, dikutip dari laman Kemenag, pada Kamis (15/5/2025).
Hal ini seperti yang dialami oleh salah satu calon jamaah haji (CJH) asal Jepara, Jawa Tengah, bernama Ali Akhmadi. Saat para jamaah tiba di Bandara Pangeran Abdul Azis Madinah, koper pria yang akrab disapa Ali Metal itu tidak kunjung datang.
“Hampir dua hari koper belum sampai di hotel”, ujarnya kepada suarabaru.id Jumat, (16/5/2025).
Dirinya langsung panik karena di dalam koper besar tersebut berisi uang, dan barang-barang berharga untuk persediaan selama menjalankan ibadah haji.
“Alhamdulillah, koper telah sampai di hotel tanpa ada kerusakan sedikitpun”, sambungnya.
“Ketika saya buka, isi koper masih tertata rapi. Mulai baju hingga uang yang saya bawa. Tidak ada tanda-tanda dibuka paksa karena kondisi gembok masih bagus”, terangnya.
“Namun satu selop rokok saya telah raib entah kemana. Padahal saya telah mengikuti seluruh prosedur perjalanan ke tanah suci dengan membawa maksimal 200 batang rokok”, bebernya.
Ternyata bukan hanya Ali Metal saja yang mengalami hal serupa. Jamaah asal Jepara yang bernama Nur Rosid juga mendapati rokoknya telah raib.
Terkait hal tersebut, beberapa jamaah menyiasati dengan membawa rokok dengan cara diecer dari koper ke koper.
“Saya membawa rokok lebih dari 200 batang aman-aman saja. Tinggal kita pintar-pintar menyiasatinya dengan cara menitipkan beberapa bungkus rokok di koper jamaah haji yang tidak merokok. Jangan membawa utuh satu selop, tapi harus dibuka perbungkus pasti aman”, ujar salah satu jamaah haji yang enggan disebut namanya.
ua













