SEMARANG (SUARABARU.ID) – BULOG Cabang Semarang mengebut penyerapan gabah dari petani sejumlah wilayah seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan. Untuk penyerapan gabah dikerjakan mulai awal tahun sampai bulan ini.
Jumlah serapan gabah akan terus meningkat seiring masih aktifnya kegiatan penyerapan baik berupa Gabah Kering Panen maupun penyerapan beras di wilayah kerja BULOG Semarang yang masih terdapat panen di beberapa titik.
Pemimpin BULOG Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengungkapkan, kondisi Gudang BULOG Semarang kini sudah hampir penuh. Oleh sebab itulah pihaknya berusaha meningkatkan kapasitas gudang dengan mempercepat proses penyewaan gudang dari pihak ketiga.
“Dengan cara menyewa gudang sewa milik pihak ketiga di wilayah Demak,” kata Rendy, Kamis 15 Mei 2025.
Kendati begitu walau gudang-gudang BULOG sudah hampir penuh, akan tetapi tidak jadi kendala berarti di lapangan. Pasalnya, petugasnya terus melakukan penyerapan dengan masif ke wilayah dan tetap berupaya mencari gudang untuk menambah kapasitas simpan.
Tercatat sementara ini stok beras yang dimiliki BULOG Semarang mencapai 58 ribu ton. Diperkirakan stok beras sebanyak itu cukup sampai awal 2026 mendatang. Stok Perum BULOG Nasional saat ini mencapai 3,7 Juta Ton terbesar sepanjang sejarah.
“Penyerapan gabah dan beras petani saat ini jauh lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.
Sebagai catatan terakhir, per 14 Mei 2025 kemarin serapan sebanyak 39 ribu ton dan akan bertambah karena ada permintaan penyerapan gabah kering dari tingkat petani.
“Meskipun kemarin libur tgl 11-13 Mei 2025 permintaan penyerapan gabah masih ada di beberapa titik seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak serta Kabupaten Grobogan yang masih ada sisa panen tetap dilayani dan kegiatan penyerapan di gudang tetap berjalan,” ungkapnya.
Tingginya penyerapan beras saat ini lantaran ini merupakan program pemerintah dan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan.
Selain itu penetapan harga GKP yang sudah dipatok pemerintah sebesar Rp. 6.500,- memberi andil terhadap tingginya penyerapan beras tahun ini.
“Penetapan harga senilai Rp 6.500 per kilogram diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Adanya serapan gabah beras hasil petani di BULOG Semarang tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak. Termasuk bersama Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian, Kodim dan Koramil melalui babinsa dan forkopimda.
Hery Priyono













