blank
Rektor UKSW mengikuti acara temu alumni FEB angkatan 75. Foto: UKSW

Semasa menempuh studi, lanjutnya, UKSW memberikan banyak ilmu dan pengetahuan yang berdampak. “Kami banyak mendapatkan banyak ilmu dari Satya Wacana. Sangat bangga dengan almamater di mana kami ditempa begitu rupa,” tutur alumni asal Magelang ini.

Di akhir acara, sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada universitas dan fakultas, para alumni dengan tulus menyerahkan kenang-kenangan berupa souvenir yang diterima oleh Priyo Hari Adi, Ph.D., dan Dr. Yefta Andi Kus Noegroho.

Momen merajut kebersamaan tak berhenti di kampus saja, selesai mengunjungi Kampus Hebat Tanpa Sekat, para alumni akan melanjutkan acara keakraban di Griya Persada Bandungan hingga Minggu (11/05/2025) mendatang.

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami juga berkesempatan menghadiri acara temu alumni di Griya Persada, Sabtu (10/05/2025). Rektor Intiyas ikut melakukan pemotongan tumpeng bersama para alumni dan juga ramah tamah penuh keakraban. Tak lupa Rektor Intiyas menyampaikan terima kasihnya atas kontribusi alumni selama ini.

“Terima kasih kepada alumni yang selama ini telah menjadi creative minority di bidang masing-masing. Saya juga mengajak alumni bisa berbagi pengalaman kepada para mahasiswa dan membuka kesempatan jika ada peluang pekerjaan yang bisa dimanfaatkan lulusan UKSW,” kata Rektor Intiyas.

Temu alumni ini merupakan salah satu kontribusi UKSW terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A.

Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

Ning S